– Meski Bitcoin (BTC) sempat pulih ke level US$ 114.000, para trader ahli tetap berhati-hati. Data dari pasar derivatif menunjukkan sentimen ketakutan nan meningkat, dengan banyak nan bertanya-tanya apakah ini mencerminkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dunia alias resiko spesifik di pasar kripto.
Melansir dari cointelegraph.com, sinyal pertama datang dari Bitcoin skew metric, nan mencerminkan perbedaan nilai antara opsi jual (put) dan beli (call). Skew ini sempat menyentuh 5 persen pada Selasa sebelum kembali ke 8 persen, artinya opsi put sekarang dihargai lebih tinggi dari biasanya.

Sebagai catatan, dalam kondisi netral, skew biasanya berada di rentang -6 persen hingga 6 persen. Kenaikan ini menunjukkan bahwa trader mulai bayar premi lebih tinggi untuk perlindungan downside.
Tekanan meningkat setelah Bitcoin kandas menembus resisten US$ 115.000, sementara emas justru mencatat rekor baru, hanya US$ 0,6 persen dari all-time high.
Selama dua bulan terakhir, emas naik 16,7 persen, sementara US Dollar Index (DXY) tertahan di bawah level 98,5, mencerminkan melemahnya kepercayaan terhadap fiskal Amerika. Dolar nan lebih lemah membikin impor lebih mahal dan memangkas pemasukan pajak dari perusahaan multinasional.

Kekhawatiran semakin dalam setelah info ketenagakerjaan Amerika menunjukkan nomor lowongan kerja turun ke 7,23 juta di bulan Agustus, mendekati level terendah dalam lima tahun. Klaim asuransi pengangguran federal pun sekarang dua kali lebih tinggi dibanding tahun lalu, menurut Economic Policy Institute.
Baca Juga: Apakah Aset Terbaik Untuk Diinvestasikan Saat Ini?
Menariknya, S&P 500 tetap kuat. Investor berambisi pada potensi pemangkasan suku kembang oleh The Fed dan injeksi likuiditas baru. Neraca finansial The Fed apalagi mulai stabil di September setelah 30 bulan menyusut, menandakan kemungkinan pembalikan kebijakan.
Kondisi ini berakibat ganda, ialah menurunkan biaya modal dan membikin aset beresiko lebih menarik dibanding instrumen pendapatan tetap. Berbeda dengan Bitcoin, perusahaan publik menawarkan nilai tambah seperti dividen, buyback dan kesempatan akuisisi membikin mereka lebih tahan terhadap tekanan ekonomi.
Kendati pasar derivatif menunjukkan kehati-hatian, tidak ada lonjakan permintaan opsi jual nan biasanya menandakan ketakutan besar.
Put-to-call ratio tetap tetap stabil. Bahkan di platform Deribit, premi untuk opsi call (beli) lebih tinggi daripada put (jual). Kenaikan sementara di hari Sabtu tidak signifikan, dengan total premi hanya US$ 13 juta. Angka ini tetap terlalu mini untuk dianggap sebagai parameter tren.
Selain itu, kebenaran bahwa ETF spot Bitcoin mencatat inflow bersih US$ 518 juta hanya pada hari Senin menjadi sinyal kuat bahwa penanammodal tetap memandang BTC sebagai lindung nilai, meski tidak secara langsung berkorelasi dengan emas.
Beberapa perusahaan publik seperti MicroStrategy (MSTR), MARA Holdings (MARA), dan Metaplanet (MTPLF) terus menambah persediaan Bitcoin mereka, memperbesar resiko supply shock di masa depan.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
3 bulan yang lalu