Dimensity 9500 Vs Snapdragon 8 Elite: Duel Seru Chipset Flagship 2025

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Bayangkan Anda sedang memegang dua smartphone flagship terbaru. Desainnya sama-sama memukau, layarnya sama-sama jernih, tapi ada satu pertanyaan besar nan mengganggu: mana nan lebih cepat, lebih tangguh, dan lebih cerdas? Di kembali layar kedua ponsel itu, ada dua raksasa chipset nan sedang berkompetisi habis-habisan: MediaTek Dimensity 9500 dan Qualcomm Snapdragon 8 Elite.

MediaTek, nan selama ini sering dianggap sebagai “pendatang” di kelas flagship, sekarang datang dengan senjata rahasia. Setelah performa mengesankan dari Dimensity 9400 tahun lampau nan sayangnya tetap kalah dari Snapdragon 8 Elite, perusahaan asal Taiwan ini kembali dengan tekad bulat. Mereka meluncurkan Dimensity 9500 pada September 2024 dengan klaim peningkatan besar-besaran di tiga area krusial: performa, efisiensi daya, dan kepintaran buatan.

Qualcomm, di sisi lain, tidak tinggal diam. Snapdragon 8 Elite nan diluncurkan Oktober 2024 menjadi bukti nyata bahwa raja chipset mobile tetap mempunyai banyak kartu as. Dengan prosesor Oryon generasi kedua nan didesain sendiri dan modem 5G teranyar, pertarungan antara kedua chipset ini menjadi lebih sengit dari sebelumnya. Mari kita selami lebih dalam untuk menemukan jawabannya.

Kedua chipset ini sama-sama dibangun menggunakan teknologi canggih TSMC 3nm, namun dengan jenis nan berbeda. Dimensity 9500 menggunakan proses N3P nan menawarkan efisiensi daya dan performa sedikit lebih baik dibandingkan N3E pada Snapdragon 8 Elite. Perbedaan mini ini bisa menjadi penentu dalam penggunaan sehari-hari, terutama untuk daya tahan baterai.

Di bagian CPU, kita memandang filosofi kreasi nan berbeda. Dimensity 9500 mengangkat arsitektur ARM terbaru dengan konfigurasi octa-core: satu core C1-Ultra berkecepatan 4.21 GHz, tiga core C1-Premium 3.5 GHz, dan empat core C1-Pro 2.7 GHz. Snapdragon 8 Elite memilih jalur sendiri dengan dua core Oryon generasi kedua 4.32 GHz dan enam core Oryon 3.53 GHz. Ini menjadi momen berhistoris lantaran pertama kalinya Qualcomm menggunakan core Oryon di chipset mobile mereka.

Untuk urusan grafis, Dimensity 9500 mengandalkan GPU Mali-G1 Ultra MP12 dengan support gaming ray tracing 120 fps dan teknologi MediaTek HyperEngine Gaming. Sementara itu, Snapdragon 8 Elite membawa Adreno 830 dengan arsitektur sliced terbaru, ray tracing hardware, dan fitur Snapdragon Elite Gaming. Keduanya menjanjikan pengalaman gaming nan luar biasa, tapi siapa nan betul-betul unggul?

Dimensity 9500 vs Snapdragon 8 Elite

Data benchmark tidak berbohong. Dalam pengetesan menggunakan Vivo X300 Pro untuk Dimensity 9500 dan Xiaomi 15 untuk Snapdragon 8 Elite, kita mendapatkan gambaran jelas tentang kelebihan masing-masing chipset. Hasilnya cukup mengejutkan dan mungkin bakal mengubah persepsi Anda tentang jenjang chipset mobile.

Di platform Geekbench 6, Dimensity 9500 menunjukkan kelebihan 13% dalam performa single-core dan 9% di multi-core. Meski bukan lompatan dramatis, perbedaan ini cukup terasa dalam penggunaan sehari-hari. Aplikasi bakal terbuka lebih cepat, multitasking lebih lancar, dan responsivitas sistem secara keseluruhan lebih baik pada perangkat berbasis Dimensity 9500.

Dimensity 9500 vs Snapdragon 8 Elite - Geekbench score

AnTuTu v11 memberikan hasil nan lebih spektakuler. Dimensity 9500 mencetak skor total 3,622,840—mengungguli Snapdragon 8 Elite nan berada di nomor 2,981,542. Ini berfaedah kelebihan 22% untuk MediaTek! nan menarik, peningkatan performa CPU hanya sekitar 5%, namun GPU melonjak lebih dari 25%. Skor memory dan UX nan lebih tinggi juga mengindikasikan multitasking lebih smooth dan responsivitas aplikasi nan lebih cepat.

Dimensity 9500 vs Snapdragon 8 Elite - AnTuTu score

Bagi Anda fans game mobile, hasil benchmark 3D Mark Wild Life Extreme patut diperhitungkan. Tes ini mengukur performa GPU dalam menangani beban skematis berat seperti nan ditemui di game-game AAA mobile. Hasil high score merepresentasikan performa maksimal device, sementara low score menunjukkan keahlian maintain performa dalam jangka waktu panjang.

Dimensity 9500 mencetak high score 7,163—49% lebih tinggi dari Snapdragon 8 Elite nan hanya 4,809. Untuk low score, MediaTek unggul 17% dengan nomor 4,230 versus 3,625. Artinya, tidak hanya lebih powerful dalam burst performance, Dimensity 9500 juga lebih konsisten mempertahankan performa selama sesi gaming panjang. Tidak ada lagi thermal throttling nan mengganggu experience gaming Anda.

Dimensity 9500 vs Snapdragon 8 Elite - 3DMark Wild Life Extreme score

AI dan Fotografi: Pertarungan Kecerdasan Buatan

Di era AI, kedua chipset tidak mau ketinggalan. Dimensity 9500 dilengkapi MediaTek NPU 990, sementara Snapdragon 8 Elite membawa Qualcomm Hexagon NPU. Keduanya merupakan neural processing unit berkinerja tinggi dengan context window besar dan keahlian agentic AI. NPU ini tidak hanya untuk fitur AI biasa, tapi juga mengoptimalkan performa kamera, konektivitas, dan gaming.

Untuk fotografi, Dimensity 9500 menggunakan Imagiq 1190 ISP nan mendukung kamera tunggal hingga 320MP dan rekaman video 8K. MediaTek menyatakan chipset ini bisa merekam video 4K/120fps dengan EIS dan video cinematic 4K/60fps, plus support real-time semantic segmentation. Snapdragon 8 Elite tidak kalah dengan Spectra Triple ISPs 18-bit nan juga mendukung 320MP single camera dan 8K video recording, dengan limitless semantic segmentation pada resolusi 4K.

Fitur kamera Snapdragon 8 Elite memang lebih komplit dengan AI-based auto-exposure, AI-based auto-focus, face detection, Truepic photo capture, video super resolution, dan Engine for Visual Analytics 3.0. Tapi dalam perihal pure performance, Vivo X300 Pro nan menggunakan Dimensity 9500 membuktikan bahwa spesifikasi bukan segalanya.

Perbedaan mencolok terlihat di bagian konektivitas. Dimensity 9500 menggunakan modem 5G 3GPP Release-17 dengan kecepatan download hingga 7.4 Gbps. Untuk Wi-Fi 7, chipset ini mencapai kecepatan puncak 7.3 Gbps. Snapdragon 8 Elite dengan modem X80 5G mendukung download hingga 10 Gbps dan upload 3.5 Gbps, tapi kecepatan Wi-Fi 7-nya hanya 5.8 Gbps.

Singkatnya, MediaTek memimpin di throughput Wi-Fi sementara Qualcomm tetap unggul di performa 5G. Pilihan tergantung kebutuhan Anda—apakah lebih sering menggunakan Wi-Fi alias jaringan seluler? Untuk pengguna nan banyak berjuntai pada hubungan nirkabel di rumah alias kantor, kelebihan Dimensity 9500 di Wi-Fi bisa menjadi pertimbangan penting.

Perlu diingat bahwa performa chipset tidak berdiri sendiri. Implementasi oleh vendor smartphone juga berkedudukan besar. Oppo Find X9s nan dikabarkan menggunakan Dimensity 9500 mungkin bakal menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan Xiaomi 17 dengan Snapdragon 8 Elite.

Jadi, mana nan lebih baik? Jawabannya tergantung prioritas Anda. Jika mengutamakan performa gaming, efisiensi daya, dan kecepatan Wi-Fi, Dimensity 9500 layak dipertimbangkan. Tapi jika menginginkan konektivitas 5G terbaik dan ekosistem fitur kamera nan lebih matang, Snapdragon 8 Elite tetap pilihan solid. nan pasti, kejuaraan ketat antara MediaTek dan Qualcomm ini akhirnya menguntungkan kita sebagai konsumen—kini ada lebih banyak pilihan chipset flagship berbobot tinggi.

Selengkapnya