Dell Akui Salah Hapus Xps, Kini Siapkan Comeback Besar Di Ces 2026

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Telset.id – Pernahkah sebuah perusahaan teknologi besar dengan berani mengakui, “Kami salah”? Di tengah hiruk-pikuk CES 2026, itulah nan dilakukan Dell. Setahun setelah memutuskan untuk “membunuh” nama legendaris XPS dari portofolio laptop konsumennya, raksasa PC itu sekarang mengakui kesalahan dan membawa kembali brand ikonik tersebut. Bukan sekadar nostalgia, ini adalah langkah strategis untuk merebut kembali tahta nan sempat goyah.

Bayangkan, sebuah brand nan selama satu dasawarsa menjadi simbol kreasi elegan, rekayasa berkualitas, dan performa puncak untuk laptop Windows, tiba-tiba diganti dengan label generik seperti “Premium”. Itulah nan terjadi pada 2025. XPS 14 berubah menjadi Dell Premium 14. Bagi nan tidak mengikuti perkembangan, perubahan nama itu mungkin terdengar masuk akal. “Premium” berfaedah bagus, lebih baik dari rata-rata. Tapi bagi Dell, langkah itu seperti membuang warisan terbaiknya ke tempat sampah tanpa argumen nan jelas. XPS bukan sekadar nama; dia adalah janji, sebuah reputasi nan dibangun dari puluhan penghargaan dan pujian, termasuk dari kami di Telset.id, untuk model-model seperti XPS 13 tahun 2020 nan nyaris sempurna.

Jeff Clarke, Chief Operating Officer Dell, dengan jujur mengakui kegagalan ini dalam sebuah preview media jelang CES 2026. Menurutnya, strategi rebranding nan bermaksud menyederhanakan portofolio justru menciptakan kebingungan. Saat nama XPS hilang, Dell secara berbarengan meluncurkan serangkaian sistem “Dell Pro” dan “Pro Max”. Berbeda dengan Apple nan menggunakan label “Pro” untuk konsumen high-end, lini Pro Dell justru ditujukan untuk pengguna enterprise. Hasilnya? Konsumen biasa kebingungan membedakan mana laptop flagship untuk mereka dan mana nan untuk korporat. Ditambah dengan dihilangkannya banyak model entry-level, banyak calon pembeli akhirnya beranjak ke merek lain alias menunggu kreasi ulang nan rupanya baru bakal datang tahun ini.

Kembali ke Akar: XPS Bangkit Kembali

Jadi, apa rencana Dell? Clarke menyatakannya dengan singkat dan padat: “Kami kembali ke akar kami.” Mulai 2026, Dell berencana menciptakan portofolio PC terluasnya, dengan lini laptop XPS sebagai jantungnya. Dua model pertama nan diumumkan adalah XPS 14 dan XPS 16, nan merupakan penyegaran total dari pendahulunya. Namun, nan lebih menarik adalah janji bakal kehadiran XPS 13 baru, nan diklaim bakal menjadi model tertipis dan teringan sepanjang sejarah. Bocoran dari aktivitas pers Dell apalagi menunjukkan dua placeholder untuk sistem XPS masa depan lainnya, mengisyaratkan ekspansi nan lebih ambisius.

Comeback ini bukan sekadar mengganti stiker. Dell tampaknya mendengarkan kritik keras dari pengguna dan media selama beberapa tahun terakhir. Salah satu perubahan nan paling dinanti adalah kembalinya touchpad tersegmentasi, menggantikan slate kaca mulus nan kontroversial. Tombol kegunaan kapasitif nan kerap dikeluhkan juga bakal diganti dengan tombol bentuk konvensional. Ini adalah koreksi langsung terhadap pilihan kreasi nan dianggap mengorbankan pengalaman pengguna demi estetika. Seperti sedang dalam “tur balas dendam”, meskipun luka awalnya ditimbulkan sendiri.

Restrukturisasi Internal dan Klarifikasi Branding

Perubahan tidak hanya terjadi pada produk. Secara internal, tim perangkat konsumen Dell bakal melapor langsung kepada Jeff Clarke, menandakan prioritas baru nan lebih tinggi untuk segmen ini. Skema penamaan juga diperbaiki untuk memenuhi janji kesederhanaan nan sebelumnya gagal. XPS bakal kembali menjadi brand flagship konsumen, dengan logo XPS (bukan logo Dell) nan mencolok di penutup setiap laptop. Alienware tetap menjadi jagoan untuk gaming, sementara family Dell Pro bakal difokuskan secara ketat untuk upaya enterprise, jasa profesional, dan pendidikan. Tidak ada lagi tumpang tindih nan membingungkan.

Di kembali semua strategi ini, Clarke mempunyai moto nan sederhana namun powerful: “produk dahsyat nan menang.” Ini adalah pengakuan bahwa pada akhirnya, kualitas produklah nan berbicara, bukan sekadar strategi marketing alias restrukturisasi brand. Dengan membawa kembali XPS, Dell berambisi dapat mengulangi kesuksesan masa lampau sekaligus memperbaiki kesalahan nan telah dibuat. Inisiatif seperti ini mengingatkan kita pada penemuan lain di CES 2026, seperti Belkin ConnectAir nan menawarkan solusi screen sharing tanpa Wi-Fi, menunjukkan bahwa pameran ini tetap menjadi arena perbaikan dan terobosan.

Lalu, apa artinya semua ini bagi Anda, konsumen? Jika Anda adalah fans setia XPS nan kecewa dengan perubahan tahun lalu, berita ini tentu menyegarkan. Janji bakal portofolio nan lebih luas berfaedah lebih banyak pilihan, dari nan ultra-portabel hingga nan berperforma maksimal. Kembalinya fitur-fitur nan ramah pengguna seperti touchpad konvensional adalah tanda bahwa Dell kembali mendengarkan. Namun, tantangannya tetap ada. Pasar laptop premium semakin padat dengan pesaing ketat. Keberhasilan “comeback” ini bakal sangat berjuntai pada eksekusi: seberapa baik XPS 13, 14, dan 16 nan baru ini betul-betul memenuhi janji “Extreme Performance Systems” dan mengungguli kompetisi.

Ada pelajaran besar di sini, bukan hanya untuk Dell tapi untuk seluruh industri. Mengakui kesalahan, terutama nan berkarakter publik, memerlukan keberanian dan kesadaran diri nan tinggi. Seringkali, pembelajaran dari proses itulah bingkisan sebenarnya. Dari apa nan terlihat di CES 2026, Dell dan lini XPS-nya tampak siap untuk bangkit lebih kuat. Mereka bukan satu-satunya nan berupaya memukau; arena ini juga dipenuhi oleh penemuan audio seperti speaker wireless baru Samsung Music Studio nan siap mengguncang panggung. Namun, kisah Dell tentang pengakuan dan perbaikan ini memberikan narasi manusiawi di kembali teknologi nan seringkali terasa dingin. Sekarang, kita tinggal menunggu: apakah produknya bakal sesukses cerita comeback-nya?

Selengkapnya