– Salah satu analis papan atas di media sosial X, dengan nama akun ‘Ash Crypto‘ mengeluarkan pernyataan terbarunya. Dalam salah satu postingannya, dia menyebut bahwa crash besar-besaran di pasar mata uang digital pada hari Jumat lampau bukan disebabkan oleh kepanikan, melainkan manipulasi terstruktur nan dirancang untuk menghapus seluruh posisi leverage dari pasar.
“Itu bukan panic selling. Harga token turun lebih dalam dari semestinya lantaran gangguan di order book dan sistem bursa terpusat (CEX),” ungkap Ash.

Ash menegaskan bahwa selama crash terjadi, Bitcoin (BTC) sempat ambruk ke US$ 102.000 di Binance, sementara di Bitstamp tetap memperkuat di US$ 108.000. Perbedaan nilai ini memunculkan spekulasi adanya serangan terkoordinasi ke Binance, dengan tujuan utama melikuidasi altcoin secara massal.
“Beberapa orang menduga ini adalah serangan nan ditargetkan ke Binance, tapi belum ada konfirmasi resmi,” ujarnya.
Meski pasar sempat terguncang, Ash menyatakan menyatakan bahwa struktur bull market untuk BTC dan ETH tetap bertahan. Ia apalagi memproyeksikan bahwa Bitcoin bakal mencetak rekor nilai baru antara akhir Oktober hingga awal November, nan kemudian bakal mendorong Ethereum (ETH) melampaui US$ 5.000.

“Ash juga menyebut bahwa altcoin bakal mulai pulih dalam waktu dekat, dan bahwa kenaikan ETH di atas US$ 5.000 bakal memicu gelombang kepercayaan baru di pasar,” kata Ash.
Kendati pernyataan ini mengandung nada optimisme ekstrem dan tidak semua penanammodal setuju dengan apa nan dikatakan oleh Ash, sentimen pasar nan berbalik dari ketakutan menuju akumulasi mulai terlihat di beberapa jaringan on-chain.
Baca Juga: Analisis 5 Kripto Besar Pekan Ini: ETH, ADA, BNB, XRP, DOGE
Friday’s crypto crash was a pure market manipulation event designed to wipe out all the leverage.
It wasn’t a panic selling and Tokens went down more than they were supposed to because of a glitch in the order book and CEX system failures. Bitcoin crashed to $102k on Binance but…
Argumen Konsultan Kripto
Di sisi lain, postingan ini mendapat komentar dari salah satu konsultan aset mata uang digital di media sosial x dengan nama akun afsheenjaf. Dalam komentar nan dituliskan, dia menepis dugaan nan dituliskan oleh Ash, dan menyebutnya sebagai cerita dramatis nan menjual ilusi, bukan realita.
“Cerita Ash soal serangan misterius, glitch sistem, lampau ditutup dengan ETH menembus US$ 5.000? Itu kayak skrip film Hollywood,” paparnya.
Menurut afsheenjaf, pasar tidak perlu musuh imajiner untuk menyebabkan crash. Ia menilai bahwa kejatuhan nilai pekan lampau adalah hasil alami dari leverage nan terlalu tinggi, likuiditas nan menipis, dan order book Binance nan memang sudah rentan sejak awal.
“Kenyataannya, crash itu bukan dirancang. Itu memang tidak terhindarkan,” tulis afsheenjaf.
Konsultan tersebut juga melontarkan kritik keras terhadap praktek prediksi nilai dan tanggal secara pasti, seperti klaim bahwa BTC bakal naik akhir Oktober dan ETH menembus US$ 5.000.
Ia menilai, ini adalah strategi klasik untuk memberi ‘dopamin murah’ kepada follower dan mendorong ekspektasi palsu, terutama bagi investor ritel.
“Begitulah ritel terus dimanfaatkan. Pasar bergerak lantaran mekanika likuiditas, bukan plot twist,” pungkas afsheenjaf.
That’s some Hollywood-level storytelling, Ash — 'mysterious attack, system glitch, and a heroic ETH breakout finale."
Reality check: markets don’t need Bond villains to dump them. Leverage was bloated, liquidity thin, and Binance order books were already brittle. The crash…

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
2 bulan yang lalu