– Setelah kekacauan pasar mata uang digital nan terjadi pada Jumat lalu, Binance mengumumkan peluncuran program support senilai US$ 400 juta bagi pengguna nan mengalami kerugian besar. Meski begitu, bursa terbesar di bumi tersebut tetap menyatakan bahwa mereka tidak menerima tanggung jawab atas kerugian pengguna.
Melansir dari cointelegraph.com, dalam pengumuman nan dipublikasikan pada Selasa (15/10/2025), Binance menyebut bakal mendistribusikan voucher token senilai total US$ 300 juta kepada pengguna nan memenuhi kriteria.

- Mengalami likuidasi paksa pada posisi futures alias margin.
- Kerugian terjadi antara 10 Oktober 2025 00:00 UTC hingga 11 Oktober 2025 23:59 UTC.
- Minimal rugi US$ 50, dan kerugian tersebut setara dengan setidaknya 30 persen dari total aset bersih, berasas snapshot pada 9 Oktober 2025 23:59 UTC.
Voucher bakal diberikan dalam rentang nilai US$ 4 hingga $6.000, dan proses pengedaran diperkirakan selesai dalam 96 jam.
Selain itu, Binance juga bakal membentuk biaya pinjaman berbunga rendah senIlai US$ 100 juta untuk pengguna institusional dan mitra ekosistem nan terdampak gejolak pasar.
“Kami tidak menerima tanggung jawab atas kerugian pengguna. Langkah ini adalah bagian dari komitmen kami untuk membangun kembali kepercayaan industri,” ungkap Binance.

Gangguan Teknis, Likuidasi Rekor, dan Data Oracle Error
Pasar mata uang digital sempat ambruk tajam pada Jumat (11/10/2025), pasca Presiden Amerika Serikat Donald Trump menakut-nakuti tarif 100 persen atas impor dari Tiongkok. Akibatnya, lebih dari US$ 19 miliar posisi leverage dilikuidasi dalam waktu 24 jam, menjadi peristiwa likuidasi terbesar dalam sejarah kripto.
Baca Juga: US$ 9,5 Miliar Berpotensi Meledak Jika ETH Naik 20 Persen!
Binance sendiri mendapat sorotan tajam:
- Beberapa pengguna melaporkan gangguan teknis nan membikin mereka tidak bisa menutup posisi saat pasar jatuh.
- Harga stablecoin sempat tidak akurat, dan memicu anomali likuidasi.
- Sejumlah altcoin, termasuk Enjin, Cosmos dan IoTex, apalagi terlihat berbobot US$ 0 di Binance akibat eror pada oracle data.
Pada hari Minggu, Binance merespon kritik tersebut, dan menyatakan bahwa sistem futures inti tetap melangkah normal.
Total Dana Pemulihan Binance Capai US$ 728 Juta
Sejauh ini, Binance dan BNB Chain telah mengumumkan total US$ 728 juta dalam bentuk:
- US$ 45 juta airdrop dari BNB Chain.
- US$ 283 juta kompensasi pasca-crash.
- US$ 400 juta program support baru (voucher+pinjaman).
Respon terhadap pengumuman ini di platform X beragam. Beberapa diantaranya ialah SeedliCapital nan memuji inisiatif ini sebagai langkah positif untuk mengembalikan kepercayaan pengguna. Namun di sisi lain, Curb.sol menuding bahwa kesalahan oracle internal Binance justru menjadi penyebab kehancuran pasar, dan menyarankan agar pengguna segera menarik biaya dari platform tersebut.
Sementara itu, LeveragedDegen menuliskan sindiran, di mana langkah Binance memberikan voucher US$ 4 hingga US$ 6.000 untuk pengguna nan dilikuidasi habis-habisan dinilai agak lucu.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
2 bulan yang lalu