Apa Itu Aster? Memahami Dex Yang Viral Di Pasar Kripto

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Apresiasi nilai token Aster baru-baru ini mencuri perhatian organisasi kripto. Didukung secara terbuka oleh CZ, pendiri Binance, nilai token ini meningkat ratusan persen hanya dalam waktu singkat. 

Dukungan tersebut tidak hanya mendorong kenaikan harga, tetapi juga membikin proyek ini semakin viral di pasar kripto. Banyak trader mulai melirik Aster lantaran dianggap menghadirkan penemuan pada model perdagangan perpetual terdesentralisasi. 

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan: apa sebenarnya Aster, dan kenapa dia bisa menarik begitu banyak perhatian dalam waktu singkat?

Apa Itu Aster?

Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru nan berfokus pada perdagangan perpetual kontrak. Proyek ini lahir setelah penggabungan Astherus dengan APX Finance pada akhir 2024. 

Dari hasil merger ini, Aster datang dengan identitas baru nan lebih jelas, membawa misi menyatukan keamanan, performa, dan kreasi ramah organisasi dalam satu platform.

Sejak awal, Aster diarahkan untuk menyederhanakan pengalaman DeFi. Pengguna tidak lagi kudu beranjak antar platform untuk kebutuhan nan berbeda. 

Melalui Aster, trader bisa mengakses perdagangan perjanjian perpetual dengan leverage tinggi, spot trading, hingga produk nan memberikan untung pasif (yield) seperti asBNB dan USDF. 

Kombinasi ini menjadikan Aster sebagai ekosistem nan tidak hanya mengandalkan satu fitur, tetapi berupaya menjadi pusat perdagangan mata uang digital nan menyeluruh.

Pasar perjanjian perpetual sendiri berbobot ratusan miliar dolar setiap bulan. Dengan pengalaman nan dimiliki dari Astherus dan APX, Aster berupaya merebut pangsa pasar besar ini melalui penemuan seperti eksekusi satu klik, mode multi-asset, serta perlindungan dari MEV. 

Semua dikemas agar lebih efisien, aman, dan mudah digunakan, baik oleh trader berilmu maupun pemula.

Apa Saja Fiturnya?

Aster menghadirkan beragam fitur nan dirancang untuk memenuhi kebutuhan beragam jenis trader. Produk utamanya terbagi menjadi beberapa mode perdagangan. Semua fitur ini telah sukses membawa Aster menjadi DEX dengan salah satu volume terbesar di pasar kripto. 

Pertama, Aster Pro nan menawarkan perdagangan perjanjian perpetual melalui sistem order book dengan likuiditas mendalam, biaya rendah, dan perangkat kajian canggih. Mode ini dirancang untuk trader nan memerlukan elastisitas serta kontrol penuh atas strategi mereka. 

Dukungan multi-jaringan seperti BNB Chain, Ethereum, Solana, dan Arbitrum membuatnya semakin luas digunakan.

Kedua, 1001x Mode nan memberikan pengalaman perdagangan sederhana berbasis on-chain dengan leverage ekstrem hingga 1001x. Mekanisme ini memanfaatkan ALP liquidity pool, sehingga trader bisa mengeksekusi perjanjian tanpa perlu deposit besar. 

Harga ditopang oleh oracle seperti Pyth Network, Chainlink, dan Binance Oracle untuk memastikan akurasi. Mode ini menarik perhatian lantaran menawarkan transparansi penuh dan elastisitas tinggi bagi mereka nan berani mengambil akibat besar.

Selain itu, ada pula Spot Trading untuk transaksi langsung antar pengguna dengan biaya rendah. Aster tidak berakhir di situ, mereka juga mendukung mode unik berjulukan Dumb Mode nan memungkinkan trader memprediksi pergerakan nilai per menit, memberikan sentuhan berbeda pada pengalaman perdagangan. 

Semua ini dilengkapi dengan aplikasi Aster Mobile nan memudahkan akses lintas perangkat, komplit dengan support dompet mata uang digital populer.

Di luar kegunaan perdagangan, Aster juga mempunyai Aster Earn nan memungkinkan pengguna mengoptimalkan aset mereka melalui staking alias strategi hasil. 

Produk seperti asBNB dan USDF memperkuat posisi Aster sebagai platform serbaguna, memadukan perdagangan aktif dengan kesempatan pendapatan pasif.

Insentif Hadiah untuk Dikejar

Aster menyadari pentingnya insentif untuk menarik pengguna baru. Melalui program Aster Genesis, mereka merancang sistem berbasis poin nan disebut Rh points. 

Saat ini, Stage 2 tetap berjalan dan bakal berhujung pada 5 Oktober 2025, dengan alokasi bingkisan sebesar 4% dari total pasokan $ASTER. Trader nan aktif di Aster Pro mempunyai kesempatan mengumpulkan Rh points nan nantinya dikonversi menjadi bagian dari pengedaran token.

Menariknya, sistem ini tidak hanya menghitung volume perdagangan. Faktor lain seperti lamanya posisi ditahan, penggunaan aset Aster sebagai margin (misalnya asBNB dan USDF), serta keuntungan dan loss nan direalisasikan juga berkontribusi pada skor akhir. 

Bahkan, trader bisa memperoleh tambahan poin dari aktivitas tim dan referral, menciptakan insentif sosial di dalam ekosistem.

Program ini dirancang untuk menghargai kualitas aktivitas, bukan sekadar kuantitas. Trader nan konsisten dan menggunakan aset Aster secara optimal bakal mendapat untung lebih besar. 

Insentif ini menjadi daya tarik tambahan nan memperkuat minat terhadap Aster, terutama bagi mereka nan mau mendapatkan eksposur lebih awal terhadap pengedaran token.

Token Aster

Token $ASTER adalah pusat dari ekosistem ini. Dengan total suplai maksimum 8 miliar token, format BEP-20, dan alamat perjanjian di Binance Smart Chain, token ini mempunyai peran krusial dalam tata kelola, insentif, dan likuiditas platform. 

Distribusi token dirancang untuk memastikan keseimbangan antara komunitas, ekosistem, dan tim inti.

Sebagian besar suplai, ialah 53,5%, dialokasikan untuk airdrop dan insentif komunitas. Hal ini menunjukkan komitmen Aster untuk mendorong partisipasi pengguna sejak awal. 

Sekitar 30% ditujukan untuk pengembangan ekosistem, termasuk support migrasi APX, biaya hibah, pemasaran, serta likuiditas awal. 

Treasury mendapat alokasi 7% sebagai persediaan strategis, sementara tim inti dan penasihat mendapat 5% dengan periode vesting. Sisanya, 4,5%, dipersiapkan untuk likuiditas dan pencatatan di beragam bursa.

Selain distribusi, peran token $ASTER juga mencakup partisipasi tata kelola, biaya transaksi, serta bingkisan bagi pengguna aktif. Dengan porsi insentif nan besar, token ini diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan Aster di tengah persaingan bursa perpetual terdesentralisasi.

Kesimpulan

Aster muncul sebagai salah satu proyek DEX nan viral berkah kombinasi penemuan teknologi dan momentum pasar. 

Didukung oleh tokoh besar seperti CZ, proyek ini menawarkan beragam fitur mulai dari mode perdagangan profesional, 1001x leverage, hingga produk hasil nan memperkuat efisiensi modal. 

Insentif bingkisan melalui Rh points serta pengedaran token nan berfokus pada organisasi menjadikan Aster menarik bagi trader maupun penanammodal jangka panjang. 

Dengan visi menyatukan kegunaan perdagangan dan pendapatan pasif dalam satu ekosistem, Aster berpotensi menjadi pemain utama di pasar perpetual terdesentralisasi.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya