Analisis Harga Bitcoin Menjelang Pidato Powell Malam Ini

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Pidato krusial dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell bakal digelar malam ini waktu Indonesia dan menjadi pusat perhatian pelaku pasar global. 

Banyak penanammodal sekarang menahan diri menjelang pernyataan resminya nan bisa menentukan arah kebijakan suku kembang Amerika Serikat ke depan. 

Dengan kondisi pasar nan sedang bergolak lantaran ketegangan perdagangan dan ketidakpastian ekonomi, momen ini diperkirakan bakal berpengaruh besar terhadap sentimen aset mata uang digital termasuk Bitcoin.

Pidato Jerome Powell dan Ekspektasi Pasar Global

Jerome Powell dijadwalkan berbincang pada Selasa 14 Oktober 2025 pukul 23.20 WIB dalam aktivitas National Association for Business Economics di Philadelphia. 

Pidato ini merupakan penampilan publik besar pertamanya sejak pertemuan kebijakan moneter bulan lalu, di mana para pejabat The Fed tampak berbeda pandangan mengenai waktu dan besaran pemangkasan suku kembang berikutnya.

Momen ini datang ketika pasar dunia berada dalam masa ketegangan tinggi. Presiden AS Donald Trump kembali menyalakan perang jual beli dengan Tiongkok melalui ancaman tarif seratus persen nan memicu kepanikan di beragam sektor. 

Pasar saham melemah, nilai logam mulia seperti emas dan perak mencapai rekor tertinggi baru, sementara Bitcoin dan aset mata uang digital lainnya justru terkoreksi tajam dalam beberapa hari terakhir.

Banyak analis memperkirakan bahwa isi pidato Powell bakal menjadi penentu arah kebijakan moneter Amerika Serikat untuk beberapa bulan mendatang. 

Jika pandangan nan disampaikan condong lebih keras alias menunjukkan sikap mempertahankan suku kembang tinggi lebih lama, tekanan pada aset berisiko seperti saham dan mata uang digital kemungkinan bakal meningkat. 

Namun jika Powell menyampaikan pandangan nan lebih lembut dan memberi sinyal pemangkasan suku kembang dalam waktu dekat, pasar berpotensi mengalami pemulihan singkat.

Data dari pasar berjangka menunjukkan kesempatan pemangkasan suku kembang sebesar dua puluh lima pedoman poin pada Oktober dan Desember masing masing berada di sekitar 97% dan 89%. 

Meski demikian, meningkatnya akibat geopolitik serta akibat tarif baru dapat membikin The Fed bersikap lebih hati hati sebelum betul benar menurunkan suku bunga.

Selain Powell, tiga pejabat bank sentral Amerika juga bakal berbincang hari ini ialah Michelle Bowman, Christopher Waller, dan Susan Collins. Pernyataan mereka bisa memberikan gambaran tambahan mengenai arah kebijakan moneter. 

Namun perhatian utama tetap tertuju pada Powell lantaran ucapannya berpotensi mengubah ekspektasi inflasi dan pertumbuhan ekonomi dunia secara cepat.

Pasar mata uang digital nan sekarang lebih terhubung dengan dinamika ekonomi bumi juga ikut terpengaruh. Ketika kekhawatiran meningkat, penanammodal condong mengalihkan biaya ke aset nan dianggap kondusif seperti emas dan obligasi pemerintah. 

Akibatnya volume perdagangan Bitcoin menurun dan volatilitas meningkat tajam. Pidato Powell malam ini bisa menjadi pemicu krusial apakah Bitcoin bisa menahan tekanan alias justru mengalami koreksi lanjutan.

Analisis Harga Bitcoin di Tengah Ketidakpastian Pasar

Dalam beberapa hari terakhir Bitcoin mengalami penurunan tajam setelah sebelumnya sempat mencapai area sekitar $126,000 sebelum jatuh di bawah $105,000. 

Koreksi ini terjadi berbarengan dengan meningkatnya volatilitas pasar akibat ketegangan perdagangan serta besarnya posisi leverage di bursa derivatif kripto.

Data dari CoinGlass mencatat lebih dari satu koma enam juta trader mengalami likuidasi dalam 24 jam dengan total nilai posisi mencapai $19,3 miliar. 

Dari jumlah itu, Bitcoin dan Ethereum menyumbang nyaris $10 miliar. Peristiwa ini disebut sebagai salah satu fase pelepasan leverage terbesar tahun ini. 

Sementara itu indeks Crypto Fear and Greed ambruk dari 64 ke 27, menunjukkan perubahan sigap dari optimisme ke ketakutan di kalangan pelaku pasar.

Menurut analis dari The Kobeissi Letter, penurunan ini bukan hanya disebabkan oleh aspek eksternal seperti kebijakan tarif, tetapi juga akibat struktur pasar nan terlalu didominasi posisi long. 

Ketika nilai mulai melemah, posisi tersebut dipaksa ditutup secara berbarengan sehingga memperburuk tekanan jual. Situasi ini menggambarkan bahwa pasar mata uang digital tetap rentan terhadap pergerakan makro dan ilmu jiwa kolektif investor.

Grafik Harian BTCUSD

Saat ini pergerakan Bitcoin tetap menunjukkan kecenderungan negatif dengan area pemisah bawah nan diawasi di sekitar $108,000 dan pemisah atas di sekitar $124,000

Jika tekanan jual terus meningkat dan nilai menembus pemisah bawah, potensi penurunan menuju area psikologis $100,000 dapat terbuka. Sebaliknya andaikan pidato Powell malam ini diartikan sebagai pertanda pelonggaran kebijakan, Bitcoin berkesempatan menguji kembali pemisah atas tersebut.

Namun perlu dicatat bahwa proses pemulihan kemungkinan tidak bakal melangkah cepat. Struktur pasar tetap rentan dengan volume perdagangan nan menurun dan posisi leverage nan belum sepenuhnya bersih. 

Banyak penanammodal ritel memilih menunggu kejelasan arah kebijakan The Fed sebelum kembali masuk ke pasar kripto. Kondisi ini menyebabkan pergerakan nilai menjadi sangat sensitif terhadap buletin makro dan sentimen pasar global.

Pergerakan nilai emas dan indeks dolar juga menjadi parameter krusial nan patut diperhatikan. Emas menunjukkan penguatan stabil sementara dolar tetap kuat terhadap mata duit utama lain. 

Jika Powell menegaskan bahwa tekanan inflasi tetap tinggi dan kebijakan ketat bakal dipertahankan lebih lama, nilai dolar kemungkinan menguat lebih lanjut. Hal ini bisa memperburuk tekanan pada Bitcoin lantaran secara historis nilai mata uang digital condong melemah ketika dolar menguat.

Dari sisi teknikal, area antara $108,000 hingga $124,000 sekarang menjadi area penentu arah selanjutnya. Penutupan harian di bawah pemisah bawah bisa memperpanjang fase koreksi. 

Sebaliknya, jika Bitcoin bisa memperkuat dan menembus pemisah atas dengan support volume nan solid, kesempatan pemulihan ke kisaran $130,000 bisa kembali terbuka. Meski begitu, sinyal teknikal jangka pendek seperti RSI dan moving average tetap menunjukkan kekuasaan tekanan jual. 

RSI berada di wilayah netral bawah sedangkan rata rata pergerakan nilai jangka pendek tetap condong turun. Artinya momentum pemulihan belum cukup kuat terbentuk.

Banyak pelaku pasar sekarang memilih untuk tidak mengambil posisi garang menjelang pidato Powell. Volume perdagangan di bursa utama terus menurun, menandakan adanya fase menunggu nan hati hati. 

Situasi ini bisa berubah drastis begitu pidato selesai lantaran komentar Powell berpotensi memicu volatilitas tinggi dalam waktu singkat. Reaksi pertama pasar kemungkinan bakal terlihat pada pasangan Bitcoin terhadap dolar beberapa jam setelah pidato dimulai.

Jika Powell berbincang dengan nada menenangkan dan memberi sinyal ke arah penurunan suku bunga, aset mata uang digital bisa mendapat dorongan jangka pendek. 

Namun jika Powell tetap menegaskan perlunya menjaga kebijakan ketat untuk mengatasi inflasi, tekanan jual bisa kembali meningkat dan membikin Bitcoin susah memperkuat di atas pemisah bawah saat ini.

Kesimpulan

Pidato Jerome Powell malam ini menjadi titik krusial bagi arah pasar mata uang digital dalam beberapa pekan ke depan. Ketidakpastian mengenai kebijakan suku kembang dan kondisi geopolitik membikin volatilitas tetap tinggi. 

Bitcoin saat ini tetap bergerak dalam kecenderungan negatif di antara area $108,000 hingga $124,000. Para trader disarankan untuk tetap waspada dan menjaga manajemen akibat dengan baik lantaran pergerakan pasar dapat berubah sigap setelah pidato berlangsung. 

Menghadapi situasi dunia nan tidak stabil, disiplin dalam strategi perdagangan menjadi kunci utama untuk menghindari kerugian berlebihan.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya