8 Fitur Whatsapp Untuk Tingkatkan Keamanan Dan Privasi Anda

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Telset.id – WhatsApp, aplikasi pesan dengan lebih dari 3 miliar pengguna global, terus menjadi sasaran serangan keamanan nan semakin canggih. Menanggapi ancaman seperti teknik peretasan GhostPairing dan eksposur info massal, platform milik Meta ini memperkuat pertahanannya dengan beragam fitur privasi bawaan nan sayangnya belum dimanfaatkan maksimal oleh banyak pengguna.

Meski dilindungi enkripsi end-to-end, keamanan percakapan tetap rentan jika perangkat terinfeksi spyware alias diakses bentuk oleh pihak tak berwenang. Ellie Heatrick, ahli bicara WhatsApp, menegaskan komitmen perusahaan. “Kami memandang serius peran menyediakan komunikasi privat. Kami terus memimpin industri dalam penemuan berarti nan melindungi pesan dan panggilan orang, termasuk melalui kerjasama dengan peneliti keamanan untuk memperkuat pertahanan kami,” ujarnya kepada WIRED.

Berikut delapan fitur kunci di WA nan dapat Anda aktifkan untuk membentengi akun dan percakapan dari ancaman digital.

Pemeriksaan Privasi dan Autentikasi Dua Faktor

Langkah awal terbaik adalah memanfaatkan fitur Privacy Checkup di bagian Pengaturan > Privasi. Di sini, Anda dapat mengontrol siapa nan memandang foto profil, info ‘Tentang’, dan status. Untuk privasi ekstra, atur ‘Terlihat/Terakhir Online’ menjadi ‘Tidak Ada’. Fitur ini juga memungkinkan Anda memblokir panggilan dan pesan nan tidak diinginkan, serta mengatur siapa nan dapat menambahkan Anda ke grup.

Melindungi akun dari upaya pengambilalihan adalah perihal krusial. Aktifkan autentikasi dua aspek (2FA) dengan PIN keamanan. Buka Pengaturan > Akun > Verifikasi dua langkah, lampau aktifkan dan atur PIN pilihan. Tambahkan alamat email sebagai persediaan untuk reset. Fitur ini menjadi lapisan pertahanan vital, sebagaimana dijelaskan dalam pedoman cara mengaktifkan fitur keamanan baru di WhatsApp.

Kunci Aplikasi, Pesan Menghilang, dan Privasi Lanjutan

Untuk mencegah orang lain mengintip notifikasi alias mengakses aplikasi, gunakan App Lock dengan Face ID, Touch ID, alias sidik jari. Aktifkan di Pengaturan > Privasi > Kunci Aplikasi. Untuk percakapan nan sangat sensitif, gunakan Chat Lock nan menyembunyikannya di berkas terpisah. Fitur ini juga dilindungi biometrik, namun pengguna perlu waspada terhadap potensi celah seperti nan pernah diungkap dalam laporan celah keamanan di fitur biometrik WhatsApp.

Pesan Menghilang (Disappearing Messages) adalah solusi untuk mengurangi jejak digital. Anda dapat mengatur pesan terhapus otomatis setelah 24 jam, 7 hari, alias 90 hari. Atur sebagai default di Pengaturan > Privasi > Timer pesan default. Ingat, fitur ini berasas kepercayaan; penerima tetap dapat melakukan screenshot.

Jangan lewatkan pengaturan Privasi Lanjutan (Advanced) di menu Privasi. Aktifkan ‘Blokir Pesan Tidak Dikenal’ untuk menghindari spam, ‘Lindungi Alamat IP Anda’ untuk mencegah kebocoran IP saat panggilan (meski mungkin mengurangi kualitas suara), dan ‘Nonaktifkan Pratinjau Tautan’ untuk argumen keamanan serupa. Langkah-langkah proaktif ini sejalan dengan upaya WhatsApp memperkuat keamanan dengan fitur cegah penipuan.

WhatsApp secara default menyimpan media ke galeri ponsel. Matikan opsi ini di Pengaturan > Obrolan > nonaktifkan ‘Simpan ke Foto’. Anda juga bisa mengirim foto alias pesan bunyi untuk sekali lihat dengan mengetuk ikon ‘1’ di kolom keterangan sebelum mengirim.

Tanda centang biru (read receipts) bisa membeberkan kebiasaan Anda. Nonaktifkan di Pengaturan > Privasi > Tanda Baca Dikirim. Namun, ini bertindak timbal balik; Anda juga tidak bisa memandang tanda baca dari orang lain. Fitur ini tidak bertindak untuk obrolan grup.

Fitur Privasi Obrolan Lanjutan (Advanced Chat Privacy) mencegah orang lain membawa percakapan keluar aplikasi, mengunduh media otomatis, alias menggunakan pesan Anda untuk fitur AI. Aktifkan per obrolan dengan membuka info kontak > Privasi Obrolan Lanjutan. Untuk grup, pengaturan dapat diubah oleh siapa pun, tetapi admin dapat membatasinya melalui Info Grup > Izin Grup.

Penting dicatat, pengguna dengan jenis WA lawas mungkin tetap bisa membagikan obrolan keluar aplikas, dan Anda tidak bakal mendapat notifikasi. Keamanan perangkat secara keseluruhan juga tak kalah penting, sebagaimana tercermin dari kebijakan ketat lembaga tertentu seperti IDF nan melarang Android dan mewajibkan iPhone untuk keamanan militer, nan menekankan pendekatan berlapis.

Dengan mengaktifkan dan memahami konfigurasi fitur-fitur ini, pengguna dapat secara signifikan meningkatkan kendali atas info dan privasi mereka di WhatsApp. Keamanan digital adalah proses berkepanjangan nan memerlukan kewaspadaan dan penyesuaian terhadap ancaman nan terus berkembang.

Selengkapnya