Telset.id – Jika Anda pikir persaingan Samsung dan Apple sudah mereda, pikirkan lagi. Belum lama ini, Samsung kembali meluncurkan iklan nan dengan terang-terangan mengejek iPhone, kali ini dengan memamerkan keahlian AI canggih pada Galaxy Z Fold 7. Iklan berjudul “No shirt? No problem” ini bukan sekadar lelucon, melainkan pernyataan tegas bahwa Samsung sudah selangkah lebih maju dalam permainan kepintaran buatan.
Dalam iklan nan dibagikan melalui akun X dan YouTube resmi Samsung, dua sahabat terlihat bersantai di tepi kolam renang. Salah satunya, pemilik Galaxy Z Fold 7, mau mengambil foto nan bisa dibagikan meski tanpa mengenakan kemeja. Temannya nan membawa iPhone berupaya membantu dengan menutupi dada bugil menggunakan beragam benda—mulai dari selembar kertas hingga daun—tetapi semua upaya itu gagal. Di sinilah keajaiban AI Samsung muncul.
Pengguna Samsung mengambil foto dirinya nan tanpa kemeja, lampau menggunakan fitur Sketch to Image untuk menggambar kemeja langsung di tubuhnya. Dalam hitungan detik, AI menghasilkan kemeja dengan kreasi nan dia sketsa, mengubah foto tersebut menjadi gambar nan sempurna untuk dibagikan. Tak lupa, iklan ditutup dengan kalimat khas: “Can your phone do that?” Reaksi pengguna iPhone? Ia melemparkan ponselnya lantaran malu.

Ini bukan pertama kalinya Samsung menggunakan pendekatan lawakuntuk menyerang Apple. Sebelumnya, perusahaan asal Korea Selatan ini juga pernah meluncurkan iklan serupa nan mempertanyakan keahlian iPhone. Seperti nan pernah kami telaah dalam tulisan Mulai Panas, Samsung Ejek iPhone di Iklan Galaxy Note 9, strategi marketing semacam ini memang menjadi karakter unik Samsung dalam memenangkan persaingan.
Yang menarik, iklan ini muncul tepat sebelum peluncuran iPhone 17. Seperti diberitakan sebelumnya, Apple dikabarkan sedang mempersiapkan serangan besar-besaran di pasar Korea dengan iPhone 17. Seperti diungkap dalam tulisan Apple Serang Pasar Korea dengan iPhone 17, Samsung Waspada!, persaingan kedua raksasa teknologi ini semakin panas.
Dengan iklan terbaru ini, Samsung seolah mau mengatakan: “Kami sudah punya AI nan bisa memecahkan masalah sehari-hari, sementara iPhone tetap tertinggal.” Fitur seperti Sketch to Image tidak hanya sekadar gimmick, melainkan solusi praktis nan bisa digunakan dalam beragam situasi. Bayangkan, Anda bisa mengedit foto dengan menggambar langsung di layar—tanpa perlu aplikasi editing nan rumit.
Meski terkesan main-main, langkah Samsung ini sangatlah strategis. Di tengah laporan nan menyebut Apple sedang gencar mengembangkan AI untuk iPhone-nya, Samsung mau memastikan bahwa merek mereka sudah lebih dulu memimpin. Mereka tidak hanya menjual hardware, tetapi juga pengalaman pengguna nan dibantu oleh kepintaran buatan.
Pertanyaannya, apakah konsumen peduli dengan perang iklan semacam ini? Mungkin iya, mungkin tidak. Tapi nan pasti, persaingan sehat antara Samsung dan Apple akhirnya menguntungkan kita sebagai pengguna. Inovasi terus didorong, fitur-fitur baru diperkenalkan, dan nilai menjadi lebih kompetitif. Seperti nan terjadi dengan perkembangan teknologi baterai nan kami ulas dalam artikel tentang revolusi baterai silicon-carbon, persaingan mendorong terciptanya terobosan-terobosan baru.
Lalu, gimana dengan masa depan? Jika Samsung terus konsisten dengan strategi AI-nya, bukan tidak mungkin kita bakal memandang lebih banyak fitur pandai nan betul-betul mengubah langkah kita menggunakan smartphone. Sementara Apple, dengan segala sumber dayanya, pasti tidak bakal tinggal diam. Pertarungan antara dua raksasa teknologi ini tetap panjang, dan kita semua bakal menyaksikan siapa nan akhirnya menjadi pemenangnya.
Jadi, lain kali Anda memandang iklan Samsung nan mengejek iPhone, ingatlah bahwa itu bukan sekadar lelucon. Itu adalah bagian dari strategi besar untuk merebut hati—dan dompet—konsumen. Dan siapa tahu, mungkin suatu hari nanti, fitur seperti Sketch to Image bakal menjadi standar di semua smartphone, terlepas dari mereknya.