Pernahkah Anda merasakan sakit di dengkul saat jongkok? Mungkin saat sedang sholat, bertani di halaman, alias apalagi hanya mengambil peralatan nan jatuh di lantai.
Mengapa dengkul sakit saat jongkok memang menjadi pertanyaan nan sering muncul, lantaran kondisi ini cukup umum dialami banyak orang.
Sakit di dengkul saat jongkok bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bayangkan jika Anda tidak bisa duduk jongkok dengan nyaman saat sholat, alias merasa kesulitan saat bertani lantaran dengkul terasa nyeri.
Keluhan ini tidak hanya dialami orang tua, tetapi juga bisa menyerang anak muda nan aktif berolahraga.
Rasa sakit nan muncul bisa berbeda-beda pada setiap orang. Ada nan merasakan sakit dengkul saat duduk jongkok hanya sebentar, ada juga nan mengalami dengkul nyeri setelah jongkok lama.
Beberapa orang merasakan nyeri di bagian depan lutut, sementara nan lain mengalami sakit di belakang dengkul saat jongkok.
Artikel ini bakal menjelaskan secara mudah tentang penyebab nyeri dengkul ketika berjongkok, serta langkah mengatasi sakit dengkul saat jongkok dan pengobatan sakit dengkul saat jongkok nan bisa Anda lakukan sendiri di rumah.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit dengkul dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi nyeri dengkul dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Mengenal Bagian-Bagian Lutut
Sebelum membahas kenapa dengkul bisa sakit, mari kita kenali dulu bagian-bagian krusial dalam anatomi sendi dengkul kita:
- Tempurung lutut alias patella adalah tulang mini nan bisa Anda raba di bagian depan lutut. Fungsinya seperti pelindung nan membantu dengkul bergerak naik turun.
- Bantalan lutut alias nan disebut meniskus adalah seperti alas lembek di dalam lutut. Tugasnya menyerap tekanan saat kita melangkah alias jongkok, seperti shock absorber pada motor.
- Urat dan otot di sekitar dengkul bekerja menggerakkan lutut. Ada otot di depan paha nan disebut quadriceps, dan otot di belakang paha nan disebut hamstring. Keduanya kudu seimbang agar dengkul sehat. Tendon adalah penghubung antara otot dan tulang nan membantu mentransfer kekuatan saat bergerak.
- Ligamen lutut adalah seperti tali nan mengikat tulang-tulang agar tidak bergeser. Ada ligamen kruciatum nan sangat krusial untuk menjaga kestabilan lutut.
- Tulang rawan alias kartilago adalah lapisan licin nan melapisi ujung tulang. Ini membikin tulang tidak bersenggolan langsung dan aktivitas jadi halus.
- Sendi tibiofemoral adalah tempat bertemunya tulang paha dan tulang kering, nan memungkinkan kita melakukan aktivitas squat.


Bagaimana Lutut Bekerja Saat Jongkok
Saat melakukan aktivitas jongkok, dengkul kita bekerja sangat keras. Biomechanics aktivitas jongkok rupanya cukup rumit – dengkul kudu menahan beban hingga 8 kali berat badan kita! Itulah kenapa postur tubuh nan betul sangat penting.
Bayangkan saat Anda jongkok, tempurung dengkul bersenggolan dengan tulang paha, alas dengkul menyerap tekanan, dan semua otot bekerja sama menjaga keseimbangan. Jika ada satu bagian nan bermasalah, maka bakal muncul rasa sakit.
Ergonomi aktivitas tubuh nan salah, seperti dengkul nan terlalu maju melewati ujung kaki, bisa membikin tekanan terfokus di satu titik saja. Akibatnya, bagian tersebut jadi sigap rusak dan menimbulkan nyeri.
Apa Saja Penyebab Sakit di Lutut Saat Jongkok?
Ada beberapa aspek nan menjadi penyebab sakit di dengkul saat jongkok yaitu:
1. Bantalan Lutut Aus
Seiring bertambahnya usia, kartilago alias alas alami di dengkul kita bisa menipis. Kondisi ini disebut degenerasi tulang rawan.
Seperti ban mobil nan aus, alas dengkul nan tipis membikin tulang bersenggolan langsung dan menimbulkan rasa sakit.
2. Pengapuran Sendi (Osteoartritis)
Osteoarthritis adalah kondisi di mana sendi dengkul mengalami kerusakan bertahap. Biasanya terjadi pada orang nan sudah berumur lanjut, punya berat badan berlebih, alias sering melakukan aktivitas nan memberatkan lutut.
Ciri khasnya adalah munculnya krepitus alias bunyi “kretek-kretek” saat menggerakkan lutut.
3. Kerusakan Tempurung Lutut
Chondromalacia patella adalah kondisi di mana bagian belakang tempurung dengkul menjadi kasar alias rusak.
Ini sering dialami anak muda nan aktif olahraga alias mengalami cedera olahraga. Gejalanya berupa nyeri dengkul depan saat jongkok alias naik tangga.
4. Peradangan di Sekitar Lutut
Bursitis terjadi ketika kantong cairan di sekitar dengkul meradang, biasanya lantaran terlalu sering bertimpuh alias jongkok.
Tendinitis adalah peradangan pada urat nan menghubungkan otot dengan tulang. Kedua kondisi ini bisa membikin dengkul sakit saat jongkok.
5. Cedera pada Bantalan alias Ligamen
Meniskus alias alas dengkul bisa robek lantaran aktivitas memutar nan mendadak alias cedera olahraga.
Ligamen kruciatum nan robek juga bisa menyebabkan dengkul tidak stabil dan sakit saat jongkok. Biasanya disertai dengan sensasi dengkul “ngelock” alias susah diluruskan.
6. Masalah Tempurung Lutut
Sindrom patellofemoral terjadi ketika tempurung dengkul tidak bergerak dengan betul di alurnya. Akibatnya, terjadi gesekan berlebihan nan menimbulkan nyeri di sekitar tempurung lutut.
7. Penyakit Radang Sendi
Rheumatoid arthritis adalah penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sendi sendiri.
Berbeda dengan pengapuran biasa, kondisi ini bisa menyerang orang muda dan biasanya disertai kaku di pagi hari.


Diagnosis Sakit di Lutut Saat Jongkok
Jika diperlukan, master mungkin bakal menyarankan pemeriksaan seperti:
- X-ray untuk memandang kondisi tulang
- MRI untuk memandang kondisi jaringan lunak seperti alas dan ligamen
- Endoskopi Richard Wolf ialah tindakan minimal invasif dengan kamera untuk memandang langsung kondisi dalam lutut
Cara Mengobati Sakit di Lutut Saat Jongkok
Berikut ini adalah beberapa langkah mengobati sakit dengkul saat jongkok:
1. Pengobatan Sederhana di Rumah
- Istirahat dan hindari aktivitas nan memicu nyeri. Ini adalah langkah pertama nan paling penting. Jika dengkul sakit saat jongkok, hindari dulu posisi tersebut sampai nyeri reda.
- Kompres es selama 15-20 menit bisa membantu mengurangi bengkak dan inflamasi sendi. Lakukan ini beberapa kali sehari, terutama setelah aktivitas nan membikin dengkul sakit.
- Kompres hangat bisa dilakukan secara bergantian dengan kompres dingin untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi kekakuan otot.
2. Obat-Obatan
- Obat anti inflamasi non-steroid seperti ibuprofen (NSAID) bisa membantu mengurangi nyeri dan peradangan. Namun, sebaiknya konsultasikan dulu dengan master sebelum menggunakan obat ini dalam jangka panjang.
- Obat oles nan mengandung anti inflamasi juga bisa digunakan untuk mengurangi nyeri dari luar.
3. Terapi Medis
Jika nyeri tidak kunjung membaik, master tulang mungkin bakal menyarankan:
- Suntikan kortikosteroid langsung ke dalam sendi untuk mengatasi peradangan nan parah.
- Suntikan masam hialuronat untuk menambah “pelumas” alami di dalam sendi, terutama untuk penderita osteoartritis.
4. Terapi Fisik
Rehabilitasi bentuk dengan fisioterapis sangat krusial untuk menguatkan otot-otot di sekitar lutut. Otot quadriceps dan hamstring nan kuat bakal membantu menopang dengkul dengan lebih baik.
Latihan seperti pilates dan yoga nan dimodifikasi juga bisa membantu meningkatkan kelenturan dan kekuatan otot tanpa memberatkan lutut.
5. Alat Bantu
Knee brace alias penyangga dengkul bisa digunakan saat beraktivitas untuk memberikan support ekstra pada dengkul nan bermasalah.


Cara Mencegah Sakit di Lutut Saat Jongkok
Beberapa langkah pencegahan sakit dengkul saat jongkok nan bisa kita terapkan adalah sebagai berikut:
Perbaiki Cara Jongkok
Cara mencegah sakit dengkul saat jongkok nan paling krusial adalah memperbaiki postur. Pastikan saat jongkok, dengkul tidak maju melewati ujung jari kaki. Punggung tetap tegak, dan turun perlahan-lahan.
Kuatkan Otot Kaki
Lakukan latihan untuk menguatkan otot paha depan (quadriceps) dan paha belakang (hamstring) secara teratur. Otot nan kuat bakal membantu menopang dengkul dan mengurangi beban pada sendi.
Latihan sederhana nan bisa dilakukan di rumah antara lain:
- Naik turun tangga secara perlahan
- Berdiri dari posisi duduk tanpa support tangan
- Menahan posisi separuh jongkok selama beberapa detik
Jaga Berat Badan
Kelebihan berat badan bakal memberikan beban ekstra pada lutut. Setiap kilogram berat badan berlebih bisa memberikan tekanan 4 kali lipat pada dengkul saat jongkok.
Menjaga style hidup sehat dengan pola makan seimbang dan olahraga teratur sangat krusial untuk kesehatan sendi dan tulang.
Ubah Kebiasaan Sehari-hari
Jika pekerjaan mengharuskan sering jongkok seperti berkebun, gunakan support seperti:
- Kursi rendah alias bangku kecil
- Bantalan dengkul saat berlutut
- Bergantian posisi agar tidak jongkok terlalu lama
Saat sholat, jika dengkul sakit, Anda bisa menggunakan bangku alias alas untuk mengurangi tekanan pada lutut.
Pemanasan Sebelum Aktivitas
Selalu lakukan pemanasan ringan sebelum berolahraga alias aktivitas bentuk nan melibatkan lutut. Peregangan otot paha dan betis bisa membantu mempersiapkan dengkul untuk bergerak.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasi ke master tulang alias ortopedi jika:
- Nyeri dengkul berjalan lebih dari 2 minggu meski sudah istirahat
- Lutut bengkak, merah, alias terasa hangat
- Ada bunyi “pop” saat dengkul cedera
- Lutut terasa “ngelock” alias tidak bisa diluruskan
- Nyeri sangat mengganggu tidur
- Tidak bisa menahan berat badan pada kaki nan sakit
- Demam disertai nyeri lutut
Dokter bakal melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mungkin menyarankan tes tambahan untuk mengetahui penyebab pasti nyeri lutut Anda.


Kesimpulan tentang Sakit di Lutut Saat Jongkok
Sakit di dengkul saat jongkok memang mengganggu, tapi kondisi ini bisa diatasi dan dicegah.
Yang terpenting adalah memahami penyebab nyeri dengkul ketika berjongkok dan melakukan langkah-langkah pengobatan nan tepat.
Ingat, dengkul adalah sendi nan sangat krusial untuk aktivitas sehari-hari. nda bisa terhindar dari masalah dengkul nan lebih serius dengan cara:
- Menjaga postur tubuh nan benar
- Menguatkan otot-otot pendukung
- Menjaga berat badan ideal
- Tidak mengabaikan tanda-tanda awal kerusakan
Jika langkah mengatasi sakit dengkul saat jongkok di rumah tidak membantu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Penanganan awal bakal memberikan hasil nan lebih baik dan mencegah kerusakan dengkul nan permanen.
Aktivitas bentuk dan mobilitas nan baik adalah kunci hidup sehat. Dengan merawat dengkul dengan baik, Anda bisa tetap aktif dan menikmati hidup tanpa halangan nyeri lutut.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit dengkul dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi nyeri dengkul dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Pertanyaan Seputar Sakit di Lutut Saat Jongkok
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan seputar topik sakit di dengkul saat jongkok.
Mengapa dengkul sakit saat jongkok?
Lutut sakit saat jongkok bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:
- Aus alias tipisnya kartilago (bantalan lutut)
- Peradangan pada sendi (bursitis alias tendinitis)
- Kerusakan tempurung dengkul (chondromalacia patella)
- Pengapuran sendi (osteoartritis)
Saat jongkok, dengkul menahan beban hingga 8 kali berat badan, sehingga jika ada bagian nan bermasalah, bakal timbul rasa sakit.
Bagaimana langkah mengatasi sakit dengkul saat jongkok di rumah?
Cara mengatasi sakit dengkul saat jongkok nan bisa dilakukan di rumah meliputi:
- Istirahat dan hindari posisi jongkok sementara
- Kompres es selama 15-20 menit untuk mengurangi bengkak
- Kompres hangat untuk melancarkan sirkulasi darah
- Minum obat anti nyeri seperti ibuprofen
Jika nyeri tidak membaik dalam 2 minggu, segera konsultasi ke dokter.
Apakah sakit dengkul saat jongkok bisa dicegah?
Ya, sakit dengkul saat jongkok bisa dicegah dengan cara:
- Memperbaiki postur saat jongkok (lutut tidak melewati ujung kaki)
- Menguatkan otot paha dengan latihan teratur
- Menjaga berat badan ideal
- Menggunakan support seperti bangku rendah saat bertani alias sholat
- Melakukan pemanasan sebelum aktivitas fisik
- Hindari jongkok terlalu lama dalam satu posisi.
Kapan kudu ke master untuk sakit dengkul saat jongkok?
Segera ke master jika nyeri dengkul berjalan lebih dari 2 minggu, dengkul bengkak alias merah, ada bunyi “pop” saat cedera, dengkul terasa “ngelock” alias tidak bisa diluruskan, nyeri sangat mengganggu tidur, tidak bisa menahan berat badan, alias disertai demam.
Dokter bakal melakukan pemeriksaan dan mungkin menyarankan tes seperti X-ray alias MRI untuk mengetahui penyebab pasti.

