Nyeri dengkul adalah masalah nan sangat umum dialami banyak orang. Baik itu anak muda nan aktif berolahraga, maupun orang tua nan sudah mulai merasakan penuaan pada persendian mereka.
Keluhan sakit dengkul bisa sangat mengganggu kehidupan sehari-hari, mulai dari kesulitan berjalan, naik tangga, apalagi hanya untuk berdiri dalam waktu lama.
Artikel ini bakal menjelaskan secara komplit tentang nyeri lutut: gejala, penyebab dan langkah mengobatinya.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
–
Artikel ditinjau oleh dr. Nelfidayani, Sp.K.F.R., M.S. (K), FIPM (USG)
Mengenal Struktur Lutut Kita
Untuk memahami kenapa dengkul bisa sakit, kita perlu tahu dulu gimana struktur lutut. Dengkul adalah sambungan antara tiga tulang besar:
- Tulang paha bagian atas (femur)
- Tulang kering bagian bawah (tibia)
- Tempurung dengkul nan ada di depan (patella)
Ketiga tulang ini membentuk persendian nan sangat kompleks dan kudu bekerja sama dengan sempurna.
Bayangkan sendi dengkul seperti engsel pintu nan sangat canggih. Agar engsel ini bekerja dengan baik, ada banyak komponen pendukung seperti:
Ligamen
Ligamen dengkul adalah tali pengikat nan sangat kuat nan menjaga agar tulang-tulang tidak bergeser kemana-mana.
Yang paling sering kita dengar adalah Ligamen ACL / PCL, ialah ligamen nan menyilang di tengah-tengah lutut.
Meniskus
Di antara tulang paha dan tulang kering, ada alas lembek seperti spons nan namanya Meniskus.
Bantalan ini berbentuk seperti bulan sabit dan tugasnya sangat penting: menyerap tumbukan setiap kali kita melangkah alias melompat, serta membagi beban tubuh secara merata.
Tulang rawan
Seluruh permukaan tulang di dalam sendi dengkul dilapisi oleh tulang rawan. Lapisan ini sangat lembut dan licin, membikin tulang bisa bergerak tanpa bersenggolan secara kasar.
Bursa
Di sekitar sendi, ada kantung-kantung mini berisi cairan nan disebut bursa, nan berfaedah seperti oli pada mesin—mengurangi gesekan antar bagian.
Ketika salah satu bagian dari sistem nan rumit ini rusak, baik lantaran benturan, peradangan, alias lantaran aus, maka dengkul terasa nyeri pun mulai muncul.
Inilah nan disebut sebagai anatomi sendi dengkul nan perlu kita pahami.


Tanda-Tanda Lutut Bermasalah
Sakit sendi dengkul bisa muncul dengan beragam cara. Tidak semua nyeri dengkul sama.
Mengenali gejalanya bakal membantu kita dan master untuk mengetahui apa nan sebenarnya terjadi.
1. Nyeri Lutut
Gejala paling umum adalah rasa nyeri itu sendiri. Lutut terasa nyeri bisa muncul terus-menerus alias lenyap timbul.
Ada nan merasakan nyeri tumpul nan mengganggu sepanjang hari, ada juga nan merasakan nyeri tajam seperti ditusuk.
2. Pembengkakan
Pembengkakan dengkul adalah tanda lain nan sering muncul. Dengkul nan bengkak terlihat lebih besar dari biasanya, terasa tebal alias penuh dengan cairan di dalamnya.
Ini adalah tanda bahwa ada sesuatu nan salah di dalam sendi.
3. Lutut kaku
Kekakuan sendi membikin dengkul terasa kaku dan susah digerakkan, terutama saat bangun tidur alias setelah duduk lama.
Rasanya seperti dengkul “membeku” dan perlu waktu untuk bisa bergerak normal lagi.
4. Nyeri dengkul saat beraktivitas
Nyeri dengkul saat ditekuk sangat mengganggu ketika kita mau jongkok, duduk di lantai, alias apalagi sekadar duduk di kursi. Ini bisa membikin aktivitas sehari-hari menjadi sangat terbatas.
Nyeri dengkul saat melangkah membikin setiap langkah terasa berat. Sementara nyeri dengkul saat naik tangga membikin kita kudu berpikir dua kali sebelum menggunakan tangga, alias apalagi kudu mencari lift alias eskalator.
5. Lutut terkunci
Gejala lain nan perlu diwaspadai adalah sensasi dengkul nyeri nan disertai emosi dengkul “ngunci” alias “macet”, seolah ada sesuatu nan menghalangi gerakan.
Hal ini sering terjadi jika ada kerusakan pada meniskus.
6. Lutut bunyi krek
Ada juga nan merasakan bunyi “krek” alias “klik” saat menggerakkan lutut, alias emosi dengkul tidak stabil seperti mau “copot”.


Nyeri Lutut Berdasarkan Lokasinya
Berdasarkan lokasinya, nyeri bisa muncul di beragam tempat:
1. Bagian depan lutut
Nyeri dengkul bagian depan biasanya terasa di sekitar tempurung lutut, sering dialami oleh orang nan banyak berlari alias bersepeda.
2. Bagian belakang lutut
Nyeri dengkul bagian belakang bisa terasa di lipatan belakang lutut, kadang disertai dengan benjolan.
3. Nyeri dengkul sebelah kanan alias kiri
Nyeri dengkul sebelah kanan alias nyeri dengkul sebelah kanan / kiri mungkin menandakan ada masalah pada sisi tertentu saja, bisa lantaran cedera alias lantaran postur tubuh nan tidak seimbang.
Bagaimana Nyeri Lutut Bisa Terjadi?
Mekanisme terjadinya nyeri sendi pada dengkul sebenarnya adalah langkah tubuh memberi tanda bahwa ada masalah. Mari kita pahami prosesnya dengan lebih sederhana.
Peradangan
Peradangan pada sendi adalah respons alami tubuh ketika ada sesuatu nan salah.
Ketika jaringan di dalam dengkul mengalami iritasi alias kerusakan, tubuh mengirimkan sel-sel unik ke area tersebut.
Sel-sel unik tersebut melepaskan zat-zat kimia nan memicu rasa sakit, bengkak, dan panas. Ini sebenarnya sistem perlindungan tubuh, meski terasa tidak nyaman.
Faktor usia
Proses aus dan rusak juga berkedudukan besar. Bayangkan sepatu nan sering dipakai—lama-lama solnya bakal menipis dan aus. Hal nan sama terjadi pada tulang rawan di lutut.
Seiring bertambahnya usia dan penggunaan, lapisan pelindung ini bisa menipis. Hubungan usia dan degenerasi sendi sangat jelas terlihat di sini.
Ketika tulang rawan sudah tipis alias rusak, tulang bisa bersenggolan langsung satu sama lain, dan ini sangat menyakitkan.
Faktor berat badan
Beban berlebihan juga menjadi aspek penting. Aktivitas bentuk dan beban dengkul nan terlalu berat bisa menyebabkan tekanan berlebih pada sendi.
Setiap kilogram berat badan kita sebenarnya memberikan tekanan acapkali lipat pada dengkul saat kita melangkah alias berlari.
Jadi, orang dengan berat badan berlebih (obesitas) bakal merasakan beban nan jauh lebih besar pada lututnya.


Penyebab Nyeri Lutut nan Sering Terjadi
Penyebab nyeri dengkul sangat beragam. Mari kita telaah satu per satu dengan bahasa nan mudah dipahami.
1. Cedera Saat Berolahraga alias Kecelakaan
Bagi orang nan aktif, cedera olahraga adalah penyebab paling sering dari dengkul sakit.
Olahraga nan melibatkan lompat-lompatan, perubahan arah mendadak, alias kontak bentuk dengan pemain lain sangat berisiko menyebabkan cedera lutut.
Robekan ligamen
Ligamen ACL / PCL bisa robek ketika kita melakukan aktivitas memutar dengan tiba-tiba alias mendarat dari lompatan dengan posisi kaki nan salah.
Robekan ligamen ini terasa sangat sakit, dengkul langsung bengkak, dan terasa “goyang” alias tidak stabil.
Ini adalah cedera nan cukup serius dan sering memerlukan waktu pemulihan nan lama.
Meniskus robek
Meniskus, alas lembek di dalam lutut, juga bisa robek. Ini biasanya terjadi saat dengkul dipaksa memutar sembari tetap menahan beban tubuh—misalnya saat bermain sepak bola alias basket.
Gejalanya adalah sakit di dalam lutut, bengkak, dan nan paling unik adalah dengkul terasa “ngunci” alias tidak bisa diluruskan sepenuhnya.
Nyeri dengkul setelah olahraga nan muncul secara berjenjang bisa jadi tanda cedera akibat penggunaan berlebihan. Ini terjadi ketika kita memaksakan latihan terlalu keras tanpa rehat nan cukup.
Tendon (urat nan menghubungkan otot ke tulang) bisa meradang, alias tempurung dengkul bisa mengalami iritasi lantaran gesekan berulang.
2. Penyakit nan Berkembang Perlahan
Tidak semua penyebab dengkul sakit datang dari cedera tiba-tiba. Ada kondisi nan berkembang perlahan dalam waktu lama.
Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah penyakit sendi nan paling umum, terutama pada orang tua.
Nyeri dengkul lantaran osteoarthritis terjadi lantaran tulang rawan pelindung di dalam sendi perlahan-lahan aus dan rusak.
Bayangkan seperti ban mobil nan sudah gundul—gesekan menjadi kasar dan menyakitkan.
Hubungan usia dan degenerasi sendi membikin kondisi ini sangat umum pada lansia.
Setiap tahun bertambah tua, semakin banyak beban nan sudah ditanggung oleh dengkul kita.
Rheumatoid arthritis
Rheumatoid arthritis agak berbeda. Ini adalah penyakit dimana sistem kekebalan tubuh kita sendiri justru menyerang persendian.
Penyakit ini bisa menyerang orang nan lebih muda dan biasanya mengenai kedua dengkul sekaligus. Lutut menjadi bengkak, kaku, dan sangat sakit, terutama di pagi hari.
Asam urat
Nyeri dengkul akibat masam urat alias nan dikenal dengan istilah gout adalah kondisi nan sangat menyakitkan.
Ini terjadi ketika kristal masam urat (seperti pecahan kaca kecil) menumpuk di dalam sendi.
Gejalanya muncul tiba-tiba, biasanya di malam hari—lutut tiba-tiba sangat sakit, merah, panas, dan bengkak. Rasa sakitnya sangat dahsyat apalagi hanya tersentuh sedikit pun.
Bursitis
Bursitis adalah peradangan pada kantung cairan mini di sekitar lutut. Ini bisa terjadi pada orang nan pekerjaannya sering bertimpuh (seperti tukang gedung alias penata lantai).
Lutut menjadi bengkak dan sakit, terutama di bagian depan alias samping.
Arthritis
Arthritis adalah istilah umum untuk radang sendi. Ini mencakup semua jenis peradangan pada sendi, termasuk nan sudah disebutkan di atas.
Radang sendi bisa menyebabkan rasa sakit nan persisten dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
3. Nyeri Tanpa Cedera nan Jelas
Tidak semua dengkul terasa nyeri disebabkan oleh tumbukan alias penyakit nan jelas. Nyeri dengkul tanpa cedera bisa terjadi lantaran beragam argumen lain.
Melemahnya otot paha
Otot paha nan lemah adalah penyebab nan sering diabaikan. Otot paha (quadriceps) bekerja menjaga agar tempurung dengkul bergerak pada jalur nan benar.
Kalau otot paha ini lemah, tempurung dengkul bisa bergeser sedikit dari jalurnya, menyebabkan nyeri dengkul bagian depan setiap kali kita bergerak.
Tidak seimbangnya postur tubuh
Postur tubuh nan tidak seimbang juga bisa menjadi masalah. Kalau kaki kita tidak lurus (misalnya kaki O alias kaki X), beban tubuh tidak terbagi rata pada lutut.
Satu sisi dengkul bakal mendapat tekanan lebih besar dari sisi lainnya, dan lama-kelamaan bisa menimbulkan nyeri.
Obesitas
Berat badan berlebih memberikan beban ekstra nan sangat besar pada lutut.
Aktivitas bentuk dan beban dengkul nan tidak proporsional ini membikin sendi bekerja lebih keras dan lebih sigap aus.
Penurunan berat badan, meski hanya beberapa kilogram, bisa memberikan perbedaan nan sangat besar dalam mengurangi nyeri.


Perbedaan Nyeri Lutut pada Usia Berbeda
Nyeri dengkul pada usia muda biasanya lebih sering disebabkan oleh aktivitas bentuk nan berlebihan alias cedera olahraga.
Anak muda nan aktif condong mengalami robekan ligamen, kerusakan meniskus, alias nyeri akibat pola latihan nan salah.
Meskipun begitu, penyakit seperti Rheumatoid arthritis alias masam urat juga bisa menyerang usia muda, meski lebih jarang.
Sebaliknya, nyeri dengkul pada lansia nyaris selalu berangkaian dengan proses penuaan.
Osteoarthritis adalah penyebab utama pada golongan usia ini. Setelah puluhan tahun digunakan, tulang rawan di dengkul sudah menipis dan aus.
Hubungan usia dan degenerasi sendi sangat jelas terlihat—semakin tua usia, semakin besar kemungkinan mengalami nyeri dengkul lantaran pengapuran alias osteoarthritis.
Diagnosis Nyeri Lutut
Untuk mengetahui langkah mengatasi nyeri dengkul nan tepat, master kudu tahu dulu apa penyebabnya.
1. Pemeriksaan fisik
Proses pemeriksaan biasanya dimulai dengan tanya jawab dan pemeriksaan bentuk oleh master ortopedi (dokter ahli tulang dan sendi).
Dokter bakal bertanya banyak hal: sejak kapan nyeri mulai terasa, gimana rasanya (tajam, tumpul, berdenyut), apa nan membikin sakitnya bertambah alias berkurang, apakah ada riwayat jatuh alias cedera, dan sebagainya.
Kemudian master bakal memeriksa dengkul secara langsung—melihat apakah ada bengkak, meraba area nan sakit, dan menggerakkan dengkul dengan cara-cara tertentu untuk menguji kekuatan ligamen dan kegunaan sendi.
2. Uji pencitraan
Kalau diperlukan, master ortopedi bakal meminta pemeriksaan tambahan berupa foto alias scan.
Sinar-X alias X-ray
X-ray dengkul adalah pemeriksaan paling dasar. Ini seperti foto rontgen nan menampilkan tulang-tulang di lutut.
X-ray sangat baik untuk memandang apakah ada tulang nan patah, alias apakah celah sendi sudah menyempit (tanda osteoarthritis), alias apakah ada pertumbuhan tulang nan tidak normal.
MRI (Magnetic Resonance Imaging)
MRI lutut adalah pemeriksaan nan lebih canggih dan detail. MRI menggunakan magnet kuat untuk membikin gambar 3D dari dalam lutut.
Pemeriksaan ini sangat baik untuk memandang jaringan lunak seperti ligamen, meniskus, tendon, dan tulang rawan.
Kalau master mencurigai ada robekan ligamen alias kerusakan meniskus, MRI adalah pilihan terbaiknya.
Uji laboratorium
Kadang master juga perlu mengambil sedikit cairan dari dalam dengkul untuk diperiksa di laboratorium, terutama jika mencurigai ada jangkitan alias penumpukan kristal masam urat.
Tes darah mungkin juga diperlukan untuk mencari tanda-tanda penyakit autoimun alias peradangan.


Cara Mengobati Nyeri Lutut
Pengobatan untuk dengkul nyeri sangat bervariasi tergantung penyebabnya. Penanganan konservatif vs medis adalah dua pendekatan utama nan bakal dijelaskan di bawah ini.
Pengobatan Sederhana
Untuk kasus nan ringan sampai sedang, pengobatan sederhana seringkali sudah cukup efektif.
1. Metode RICE
Metode RICE adalah langkah pertama nan sangat krusial untuk cedera akut:
- Rest (Istirahat): Kurangi aktivitas nan membikin dengkul sakit. Beri waktu dengkul untuk pulih.
- Ice (Kompres Dingin): Kompres dengkul dengan es nan dibungkus handuk selama 15-20 menit beberapa kali sehari. Ini membantu mengurangi bengkak dan nyeri.
- Compression (Balut): Gunakan perban elastis untuk membalut lutut, tapi jangan terlalu kencang. Ini membantu mengurangi pembengkakan lutut.
- Elevation (Tinggikan): Kalau sedang berbaring, posisikan kaki lebih tinggi dari jantung (misalnya diganjal dengan bantal). Ini membantu cairan mengalir keluar dari area nan bengkak.
2. Pemberian obat nyeri lutut
Obat nyeri dengkul nan kondusif bisa dibeli di apotek. Obat anti nyeri seperti ibuprofen alias naproxen (golongan Obat NSAID) bekerja mengurangi peradangan dan nyeri sekaligus.
Obat NSAID ini cukup efektif, tapi kudu diminum sesuai patokan lantaran bisa mengiritasi lambung jika diminum terlalu banyak alias terlalu lama.
Kalau ada masalah lambung, paracetamol bisa jadi pilihan nan lebih kondusif meski efeknya tidak sekuat NSAID. Ada juga salep alias gel pereda nyeri nan dioleskan langsung pada dengkul nan sakit.
3. Fisioterapi nyeri lutut
Rehabilitasi dan fisioterapi adalah kunci untuk pemulihan jangka panjang. Fisioterapis bakal mengajarkan latihan-latihan unik untuk memperkuat otot-otot di sekitar lutut, terutama otot paha depan dan belakang.
Otot nan kuat bakal membantu menopang dengkul dengan lebih baik. Terapi dengkul juga mencakup latihan peregangan untuk meningkatkan kelenturan, serta latihan keseimbangan dan pola jalan nan benar.
Konsisten menjalani program fisioterapi sangat penting—hasilnya tidak instan tapi sangat efektif dalam jangka panjang.
Pengobatan Medis Nyeri Lutut
Kalau cara-cara sederhana tidak berhasil, alias jika kondisinya cukup berat, master mungkin bakal menyarankan tindakan medis nan lebih lanjut.
1. Injeksi kortikosteroid
Injeksi kortikosteroid adalah suntikan obat steroid langsung ke dalam lutut. Obat ini sangat kuat untuk mengurangi peradangan pada sendi dan rasa sakit.
Efeknya bisa dirasakan dalam beberapa hari dan memperkuat beberapa minggu sampai bulan.
Namun, suntikan ini tidak boleh terlalu sering lantaran bisa merusak jaringan di dalam sendi jika digunakan berulang kali.
2. Injeksi viskosuplemen
Injeksi viskosuplemen adalah suntikan pelumas sendi. Cairan ini mirip dengan cairan alami nan ada di dengkul sehat.
Suntikan ini membantu melumasi sendi sehingga aktivitas menjadi lebih lancar dan tidak terlalu sakit. Ini terutama berfaedah untuk nyeri dengkul lantaran osteoarthritis.
3. Terapi regeneratif
Terapi regeneratif adalah pengobatan modern nan bermaksud merangsang tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri:
- Injeksi Platelet-Rich Plasma (PRP): Darah pasien diambil, diproses untuk memisahkan bagian nan kaya platelet (sel nan mengandung banyak aspek penyembuhan), lampau disuntikkan kembali ke lutut.
- Injeksi stem cell: Sel punca (sel nan bisa berkembang menjadi beragam jenis sel) disuntikkan ke dengkul untuk membantu regenerasi jaringan nan rusak.
- Injeksi secretome: Molekul-molekul aktif nan dihasilkan oleh sel punca disuntikkan untuk memperbaiki lingkungan di dalam sendi.
4. Radiofrekuensi Ablasi (RFA)
Radiofrekuensi ablasi adalah prosedur dimana master menggunakan gelombang radio untuk “mematikan” saraf-saraf mini nan mengirim sinyal nyeri dari dengkul ke otak
Prosedur RFA ini dilakukan dengan jarum tipis dan tidak memerlukan sayatan besar. Hasilnya bisa memperkuat cukup lama, apalagi sampai berbulan-bulan alias bertahun-tahun.
5. Endoskopi Richard Wolf
Endoskopi Richard Wolf adalah operasi mini menggunakan kamera mini. Dokter membikin sayatan mini (biasanya hanya sebesar lubang pensil) dan memasukkan kamera serta alat-alat mini untuk memandang dan memperbaiki kerusakan di dalam lutut.
Misalnya, jika meniskus robek, master bisa memotong bagian nan robek alias menjahitnya kembali.
Keuntungan Endoskopi Richard Wolf ini adalah sayatannya kecil, jadi pemulihan lebih sigap dibanding operasi besar.
6. Artroplasty
Operasi penggantian sendi (artroplasty) adalah pilihan terakhir untuk kasus osteoarthritis nan sangat parah.
Pada operasi ini, bagian dengkul nan rusak diangkat dan diganti dengan sendi buatan dari logam dan plastik khusus.
Artroplasty adalah operasi besar nan memerlukan waktu pemulihan nan cukup lama, tapi bisa sangat mengubah hidup bagi orang nan lututnya sudah sangat rusak dan tidak bisa berfaedah lagi.


Cara Mencegah Nyeri Lutut
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Pencegahan gangguan dengkul bisa dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
1. Jaga berat badan tetap ideal
Ini adalah salah satu langkah paling efektif untuk melindungi lutut. Setiap kilogram berat badan ekstra memberikan beban berkali lipat pada dengkul setiap kali kita melangkah.
Menurunkan berat badan, meski hanya 3-5 kilogram, bisa memberikan perbedaan nan sangat besar dalam mengurangi nyeri dan memperlambat kerusakan sendi.
2. Pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan sesudahnya
Pemanasan mempersiapkan otot dan sendi untuk aktivitas, mengurangi akibat cedera lutut.
Pendinginan membantu tubuh pulih dengan lebih baik. Jangan pernah langsung melakukan olahraga berat tanpa pemanasan.
3. Kuatkan otot-otot pendukung dengkul dengan latihan teratur
Otot paha nan kuat bakal membantu menopang dan melindungi lutut. Latihan sederhana seperti jongkok (squat) dengan benar, alias mengangkat kaki lurus saat berbaring, bisa sangat membantu.
Latihan low-impact seperti berenang alias bersepeda juga sangat baik lantaran tidak memberi beban berlebih pada lutut.
4. Gunakan teknik nan betul dalam setiap aktivitas
Cara mengangkat peralatan nan salah, pola berlari nan tidak tepat, alias teknik olahraga nan jelek bisa meningkatkan akibat cedera.
Kalau perlu, minta support pembimbing alias fisioterapis untuk mengajarkan teknik nan benar.
5. Pilih sepatu nan tepat
Sepatu dengan alas nan baik dan support lengkungan kaki nan sesuai sangat membantu menyerap guncangan saat melangkah alias berlari.
Sepatu nan sudah aus alias tidak pas bisa mengubah langkah kita melangkah dan meningkatkan tekanan pada lutut. Ganti sepatu secara teratur, terutama sepatu olahraga.
6. Hindari aktivitas berlebihan
Beri waktu rehat nan cukup antara sesi latihan intensif. Tubuh memerlukan waktu untuk pulih dan memperbaiki jaringan nan lelah.
Kalau dipaksakan terus-menerus tanpa istirahat, akibat cedera overuse bakal meningkat.
7. Perhatikan sinyal dari tubuh
Kalau mulai merasakan sakit dengkul saat berolahraga, jangan diabaikan. Istirahatlah dan berikan waktu untuk pulih. Memaksakan diri hanya bakal membikin kerusakan semakin parah.


Kesimpulan tentang Nyeri Lutut
Nyeri dengkul adalah masalah nan kompleks dengan banyak penyebab berbeda.
Mulai dari cedera olahraga pada anak muda nan aktif, hingga proses penuaan pada lansia nan mengalami osteoarthritis—semua memerlukan pendekatan nan berbeda.
Memahami anatomi sendi dengkul membantu kita mengerti kenapa dengkul bisa sakit.
Mengenali indikasi dengan baik bakal memudahkan kita dan master untuk mengetahui apa nan sebenarnya terjadi.
Penyebab nyeri dengkul nan sangat beragam—dari cedera, penyakit kronis, hingga faktor-faktor seperti berat badan dan pola aktivitas—menunjukkan bahwa setiap orang mungkin memerlukan langkah mengatasi nyeri dengkul nan berbeda.
Yang paling krusial adalah tidak mengabaikan keluhan dengkul nyeri. Pemeriksaan oleh master ortopedi, jika perlu dengan support X-ray dengkul alias MRI lutut, bakal membantu menemukan penyebab pasti dan menentukan pengobatan nan tepat.
Kabar baiknya, pilihan pengobatan sangat beragam. Mulai dari langkah sederhana seperti kompres dingin dan obat anti nyeri, hingga teknologi canggih seperti injeksi platelet rich plasma alias radiofrekuensi ablasi.
Rehabilitasi dan fisioterapi tetap menjadi pilar krusial dalam pemulihan jangka panjang.
Yang tidak kalah krusial adalah pencegahan gangguan lutut. Dengan menjaga berat badan, berolahraga dengan langkah nan benar, dan memperhatikan sinyal dari tubuh, kita bisa melindungi dengkul kita agar tetap sehat dan kuat sampai usia lanjut.
Ingat, dengkul adalah sendi nan sangat krusial dalam kehidupan sehari-hari. Merawatnya dengan baik adalah investasi untuk kualitas hidup nan lebih baik di masa depan.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan Seputar Nyeri Lutut
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik nyeri lutut.
Apa saja penyebab utama nyeri dengkul nan sering terjadi?
Penyebab utama nyeri dengkul meliputi:
- Osteoarthritis (kerusakan tulang rawan akibat usia)
- Rheumatoid arthritis (gangguan autoimun nan menyebabkan peradangan sendi)
- Cedera olahraga (seperti saat main sepakbola, basket, alias ski)
- Robeknya meniskus (peredam kejut antara tulang kering dan paha)
- Bursitis (peradangan pada kantong pelindung sendi lutut).
Bagaimana langkah penanganan awal nyeri dengkul di rumah?
Penanganan awal nyeri dengkul di rumah dapat dilakukan dengan metode RICE:
- Rest: istirahatkan lutut
- Ice: kompres dengan es 15-20 menit beberapa kali sehari
- Compression: balut dengan perban elastis
- Elevation: tinggikan kaki lebih tinggi dari jantung
Selain itu, dapat menggunakan obat anti nyeri seperti ibuprofen alias paracetamol sesuai aturan, serta kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan.
Kapan kudu periksa ke master untuk nyeri lutut?
Anda kudu segera periksa ke master ortopedi jika mengalami:
- Nyeri dengkul nan sangat dahsyat dan tiba-tiba
- Pembengkakan nan signifikan
- Lutut terasa sangat tidak stabil alias “goyang”
- Tidak bisa menahan beban tubuh sama sekali
- Ada demam alias kemerahan (tanda infeksi)
- Nyeri dengkul tidak membaik setelah beberapa hari perawatan di rumah
Pemeriksaan awal membantu mencegah kerusakan lebih lanjut.
Apa saja pilihan pengobatan untuk nyeri lutut?
Pilihan pengobatan nyeri dengkul meliputi:
- Pengobatan non-medis (fisioterapi dan perubahan style hidup)
- Obat anti inflamasi non steroid untuk meredakan nyeri
- Radiofrekuensi ablasi (RFA) menggunakan gelombang radio
- Prosedur minimal invasif seperti Endoskopi Richard Wolf untuk cedera parah
- Injeksi PRP alias Stem Cell langsung ke sendi lutut.
Penanganan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan penyebab nyeri.
Apa faedah fisioterapi untuk nyeri lutut?
Fisioterapi sangat berfaedah untuk:
- Memperkuat otot-otot pendukung dengkul (terutama otot paha)
- Meningkatkan kelenturan sendi
- Memperbaiki pola aktivitas nan salah
- Mengurangi beban pada sendi lutut
Program rehabilitasi dan fisioterapi nan konsisten dapat secara signifikan mengurangi nyeri, mempercepat pemulihan setelah cedera, dan mencegah kekambuhan masalah dengkul di masa depan.


Referensi penulisan:
https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/21207-knee-pain
https://www.nhs.uk/conditions/knee-pain/
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/knee-pain/symptoms-causes/syc-20350849