Mulai Diuji Coba, Copilot Di Microsoft Edge Kini Bisa Baca Tab Dan History

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Diera gempuran browser berbasiskan AI seperti Comet dari Perplexity, Microsoft tampaknya juga terus mengembangkan Microsoft Edge untuk menjadikannya bukan hanya sekedar browser biasa.

Saat ini, setelah mereka menghadirkan mode copilot yang terintegrasi dengan browser dan laman new tab, kabarnya Edge bakal mendapatkan fitur baru nan memungkinkan pengguna untuk mengirim tab ke Copilot dan juga fitur Journey nan bakal merangkum history browsing selama tujuh hari agar membantu pengguna melanjutkan alias menemukan kembali info nan penting.

Jadi kawan kawan, seperti nan diinformasikan oleh Windows Latest, sekarang Microsoft tengah menguji fitur baru nan memungkinkan pengguna untuk menambahkan tab nan terbuka kedalam Copilot.

Contohnya sendiri pada gambar diatas, dimana cukup ketik @ dan opsi tab nan terbuka bakal muncul untuk selanjutnya bisa kita pilih dan gunakan.

Nah setelah itu, kita bisa menanyakan konteks alias perihal apapun mengenai tab tersebut kepada Copilot. Berikut adalah contohnya.

Fitur ini juga mendukung multi tab, jadi pengguna bisa membandingkan laman web 1 dengan laman 2, merangkumnya alias melakukan perihal lainnya. Jadi alih alih kita salin secara manual dari masing masing tab, cukup tambahkan tab dan tanyakan ke Copilot saja.

Hadirkan juga fitur Journey

Selain itu, Copilot juga mendapatkan peningkatan berupa fitur Journey nan mana ini bakal membawa pengguna ke laman unik baru tepat dibawah kotak copilot, dimana jika menu ini di klik ini bakal membawa pengguna ke laman unik nan merangkum riwayat browsing mereka.

Fungsinya tentu untuk membantu pengguna melanjutkan pekerjaan, menemukan kembali informasi, alias sekedar mengingat “journey” alias perjalanan digital pengguna.

Tapi, jangan senang dulu guys lantaran Microsoft mengisyaratkan bahwa Journeys mungkin memerlukan langganan $20 untuk mengakses ringkasan penuh. Selain itu, fitur ini hanya tersedia untuk akun Microsoft pribadi dan memerlukan akses ke riwayat browsing selama tujuh hari (tanpa konten halaman) untuk pertama kali digunakan.

Terkait privasi, jangan cemas lantaran Microsoft menegaskan bahwa semua info browsing pengguna tidak bakal digunakan untuk training AI alias untuk keperluan iklan. Bahkan tidak bakal juga dibagikan ke Pihak Ketiga, dimana semua proses bakal dilakukan secara lokal dan tidak bakal keluar dari perangkat pengguna itu sendiri. Namun mengenai Journey, ada satu perihal nan perlu diketahui bahwa untuk saat ini belum ada opsi untuk menyaring history / riwayat sensitif.

Mencoba menjadi pesaing Comet dan Opera Neon!

Nah dengan adanya fitur ini, Microsoft Edge sekarang mulai mendekati visi sebagai browser AI dan bakal menyaingi browser dari Perplexity ialah Comet dan Neon dari Opera. Kedepannya, integrasi AI ini bakal semakin dalam dan mungkin makin menjanjikan, dimana pengalaman browsing bisa lebih baik, cerdas, kontekstual dan tentu tetap personal.

Bagaimana menurutmu? komen dibawah guys dan berikan pendapatmu.

Via : Windows Latest

⚡️ Meracik Home Server Handal dari Laptop / PC Tua

Written by

Gylang Satria

Penulis, Pengguna Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Tag @gylang_satria di Disqus jika ada pertanyaan.

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya