Modder Rusia Rakit Ram Ddr5 Sendiri, Performa Tinggi Harga Miring

Sedang Trending 5 jam yang lalu

Telset.id – Di tengah situasi pasar komponen komputer nan seringkali tidak menentu, seorang fans perangkat keras asal Rusia membuktikan bahwa keterbatasan bisa melahirkan penemuan nan mencengangkan. Sosok modder nan dikenal dengan nama VIK-on baru-baru ini sukses merealisasikan proyek ambisius: merakit memori RAM DDR5 desktop secara berdikari dengan biaya nan jauh lebih murah dibandingkan nilai ritel, namun tetap menawarkan performa kelas atas.

Langkah ini diambil bukan sekadar iseng, melainkan sebagai respons pandai terhadap Harga RAM nan tetap tergolong tinggi di pasaran global, terutama untuk spesifikasi premium. Proyek nan awalnya hanya sebuah konsep di atas kertas beberapa minggu lalu, sekarang telah beralih bentuk menjadi perangkat keras fungsional nan siap digunakan pada PC desktop modern.

Keberhasilan VIK-on ini menjadi sorotan lantaran dia tidak hanya sekadar “menghidupkan” memori tersebut, tetapi juga memastikan stabilitas dan kompatibilitas nan setara dengan produk pabrikan ternama. Dengan memanfaatkan komponen dari laptop dan papan sirkuit cetak (PCB) impor, dia menciptakan modul memori 32GB nan mendukung fitur XMP dengan kecepatan transfer info mencapai 6400 MT/s.

Strategi “Kanibal” Komponen Laptop

Rahasia utama dari efisiensi biaya nan dilakukan oleh VIK-on terletak pada pemilihan sumber komponen. Alih-alih membeli chip memori baru nan mahal, dia memilih untuk “menganibal” dua keping RAM laptop (SO-DIMM) berkapasitas 16GB buatan SK Hynix. Di pasar lokal Rusia, memori laptop ini dibanderol seharga 8.000 Rubel per keping, nilai nan relatif lebih terjangkau dibandingkan membeli modul DDR5 desktop (U-DIMM) dengan spesifikasi serupa secara utuh.

Untuk menyatukan komponen tersebut menjadi sebuah RAM desktop, VIK-on memesan PCB unik dari China dengan biaya nan sangat murah, ialah sekitar 600 Rubel. Tidak lupa, dia juga memperhatikan aspek manajemen suhu—yang krusial untuk PC Gaming performa tinggi—dengan membeli pendingin alias heatsink pihak ketiga dari AliExpress seharga 415 Rubel. Jika dilihat sekilas, proses ini terdengar sederhana layaknya menyusun balok mainan, namun realitas teknisnya jauh lebih rumit.

Tantangan terbesar dalam proyek ini adalah proses penyolderan. Memindahkan chip memori dari satu PCB ke PCB lain melibatkan proses reballing alias penataan ulang bola timah pada sirkuit terpadu. Ini memerlukan peralatan unik seperti stasiun perbaikan BGA (Ball Grid Array) dan tangan nan sangat stabil. Kesalahan sekecil mikron saja bisa menyebabkan memori kandas berfaedah alias apalagi merusak komponen secara permanen. Keahlian VIK-on dalam menangani perangkat keras mikro menjadi kunci sukses dalam tahap krusial ini.

Performa Flagship dengan Harga Rakitan

Setelah proses perakitan bentuk selesai, VIK-on melakukan langkah pamungkas pada sisi perangkat lunak. Ia menyuntikkan firmware kustom nan diambil dari kit memori ritel milik ADATA. Langkah ini memungkinkan modul RAM racikannya dikenali oleh BIOS motherboard sebagai memori resmi nan mendukung profil overclocking XMP hingga 6400 MT/s. Hasilnya? Sebuah RAM 32GB nan melangkah mulus tanpa masalah kompatibilitas.

Dari segi ekonomi, penghematan nan dilakukan sangat signifikan. Total biaya nan dikeluarkan VIK-on untuk proyek ini adalah 17.015 Rubel. Sebagai perbandingan, memori ritel 32GB dengan spesifikasi setara di situs e-commerce Newegg dijual mulai dari US$ 350 (sekitar 24.000 Rubel jika dikonversi langsung, alias jauh lebih mahal di pasar domestik Rusia). Bahkan, memori desktop termurah di pasar AS dengan latensi tinggi (CL46) dan kreasi OEM polos pun tetap dibanderol sekitar US$ 278.

Meskipun ada opsi menggunakan adaptor SO-DIMM ke U-DIMM nan lebih praktis, metode tersebut mempunyai kelemahan fatal berupa peningkatan latensi nan signifikan, nan tentu dihindari oleh para antusias performa. Pendekatan “hardcore” ala VIK-on ini menjamin integritas sinyal nan jauh lebih baik. Ia apalagi berencana menekan biaya lebih jauh dengan bereksperimen menggunakan modul memori laptop 8GB. Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah keterbatasan pasokan alias nilai nan tinggi, dan maraknya rumor Komponen Palsu, para pegiat teknologi bakal selalu menemukan jalan inovatif untuk mendapatkan performa terbaik.

Selengkapnya