Mencoba Start Menu Baru Di Windows 11 – Besar Banget!

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Setelah cukup lama tersedia sebagai bagian dari controlled rollout, akhirnya saya kebagian juga Start Menu baru di Windows 11 25H2 nan saya gunakan, dimana tampilannya jelas banyak berubah sesuai dengan apa nan sudah kita telaah sebelumnya.

Baca Juga : Ada Perubahan Lagi di Start Menu, Akankah Pengguna Suka?

Oke mengenai perihal tersebut mungkin ada baiknya kita telaah lebih lanjut guys, lantaran jujur ada suka dan duka dari perubahan ini nan perlahan saya rasakan.

Perubahan Desain dan Tampilan

Mari kita mulai dari perubahan kreasi dan tampilannya dulu, sebelumnya Start Menu terbagi dalam dua bagian, Pinned dan Recommendations dan juga All Apps, namun sekarang semuanya digabung dalam satu lembar Start Menu saja, membuatnya lebih ringkas bagi sebagian pengguna.

Nah tampilan ini dibagi dalam tiga mode berbeda guys, mulai dari nan default ialah Category View nan memisahkan antara Pinned Apps dan All apps nan sudah dikategorikan, kemudian grid view nan menampilkan tampilan Start Menu seperti pada gambar berikut.

Dan nan terakhir ialah List view, nan merupakan tampilan sama seperti sebelumnya hanya saja digabung dalam satu lembar Start Menu nan sama.

Nah bisa dibilang tampilan baru ini terutama Grid dan List datang dalam corak scrollable layout dimana kita bisa mengakses aplikai lebih sigap tanpa banyak klik tambahan. Dari semua layout ini jujur saya lebih suka dengan List, namun gimana menurutmu?

Recommended Bisa Dihapus!

Satu perihal nan menarik lain dan menjadi nilai plus bagi saya adalah bagian Recommended betul benar bisa dihapus sepenuhnya dari Start Menu, dimana dengan itu kita tidak bakal lagi memandang iklan dari aplikasi alias konten nan direkomendasikan oleh Microsoft. Untuk saya nan suka tampilan nan simpel sih ini adalah perihal nan bagus.

Seperti pada gambar diatas, cukup matikan saja opsi “Show recommendation for tips, shortcut, new apps and more” dan tampilan Start Menu bakal lebih bersih dari segala macam konten, file dan aplikasi rekomendasi.

Namun kawan kawan, jika kita perhatikan, dihalaman Settings > Personalization > Start, kita sudah tidak lagi memandang more pin atau more recommendation, dimana sekarang kita betul benar mengendalikan Start Menu sepenuhnya, apalagi jika Anda mau, Anda bisa mengisi pinned apps dengan sangat banyak guys.

Namun ada satu perihal nan cukup mengganjal bagi saya ialah ukuran Start Menu jadi gede banget, bisa dibilang ini nyaris menutupi layar nan saya miliki dengan hanya membuka Start Menu saja.

Untuk layar dengan ukuran nan lebar dan besar sih saya rasa oke – oke saja, apalagi jika Anda pakai layar ultrawide alias layar dengan resolusi 4K, tampilan ini tidak bakal terlalu berpengaruh, namun jika Anda tetap pakai layar dengan ukuran mini dan resolusi nan juga rendah, jelas tampilannya ini cukup mengganggu (setidaknya bagi saya ya, lantaran tentu mungkin ada banyak juga nan suka dengan perubahan ini).

Selain dari minus tersebut, bagi saya tampilan baru ini cukup menarik dan sebenarnya nyaman nyaman aja, apalagi dengan ukuran Start Menu dan Windows Search nan sekarang betul benar rata berbeda dengan sebelumnya nan Windows Search lebih pendek dari Start Menu.

Baca Juga : Microsoft Bedakan Ukuran Windows Search dengan Start Menu di Windows 10

Namun gimana menutmu? komen dibawah guys dan berikan pendapatmu, apakah Anda sudah kebagian perubahan ini dan apakah Anda suka?, komen dibawah guys.


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya