Telset.id – Rachel Griffin-Accurso, alias nan lebih dikenal sebagai Ms. Rachel, adalah sosok nan tak asing bagi para orang tua dan anak-anak di seluruh dunia. Dengan aktivitas YouTube-nya nan penuh warna dan edukatif, dia telah menjadi intermezo favorit bagi jutaan keluarga. Namun, belakangan ini, namanya justru lebih sering dibicarakan bukan lantaran kontennya nan ceria, melainkan lantaran dukungannya nan vokal terhadap anak-anak Gaza nan menjadi korban bentrok Israel-Palestina.
Griffin-Accurso tidak hanya berbincang melalui unggahan media sosial, tetapi juga mengambil langkah nyata. Ia mengundang Rahaf Saed, seorang gadis cilik berumur 3 tahun nan kehilangan kedua kakinya akibat serangan udara Israel, untuk tampil di acaranya. Langkah ini menuai beragam reaksi, mulai dari pujian hingga kecaman tajam dari golongan pro-Israel.
Dalam wawancara dengan Washington Post, Griffin-Accurso mengungkapkan sungguh beratnya menerima tuduhan bahwa dia tidak peduli pada anak-anak Yahudi hanya lantaran menyuarakan nasib anak-anak Gaza. “Saya sangat sedih ketika orang berkata, ‘Kamu tidak peduli pada anak Yahudi lantaran melakukan ini,'” katanya. “Saya terus berbincang lantaran saya punya platform ini, dan saya mau menggunakannya untuk kebaikan anak-anak.”
Ia juga menegaskan bahwa kepeduliannya pada satu golongan tidak berfaedah mengabaikan golongan lain. “Jika Anda peduli pada satu golongan anak, itu tidak berfaedah Anda tidak peduli pada golongan lainnya. Itu tidak setara dan tidak benar,” tegasnya.
Reaksi Kelompok Pro-Israel
StopAntisemitism, sebuah golongan pembelaan Yahudi, apalagi menuduh Griffin-Accurso menyebarkan propaganda Hamas dan meminta Departemen Kehakiman AS untuk menyelidikinya. Tuduhan ini dibantah keras oleh Griffin-Accurso, nan menyebutnya sebagai “palsu, menyakitkan, dan tidak masuk akal.”
Di tengah kontroversi, dia tetap konsisten menyuarakan keprihatinannya terhadap krisis kemanusiaan di Gaza, sembari juga mengutuk antisemitisme dan mengungkapkan duka untuk family Israel nan kehilangan personil keluarganya akibat serangan Hamas.
Platform untuk Kemanusiaan
Griffin-Accurso memandang platformnya sebagai sarana untuk menyampaikan pesan kemanusiaan. “Saya merasa terdorong untuk terus maju. Anak-anaklah nan memberikan saya platform ini, dan saya mau menggunakannya untuk mereka,” ujarnya.
Krisis kelaparan dan kekerasan di Gaza telah memicu kecaman global, termasuk dari organisasi kewenangan asasi manusia Israel sendiri nan menilai kebijakan pemerintahnya sebagai “genosida.” Dalam situasi seperti ini, bunyi seorang entertainer anak-anak seperti Ms. Rachel mungkin bisa menjadi pengingat sungguh pentingnya empati dan kemanusiaan.
Bagaimana pun, kontroversi ini menunjukkan sungguh kompleksnya rumor Palestina-Israel, apalagi ketika disuarakan oleh sosok nan biasanya jauh dari politik. Apakah Anda setuju dengan langkah Ms. Rachel?