Gojek Kembangkan Talenta Digital Lokal Untuk Ekosistem Digital Ri

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Telset.id – Gojek terus memperkuat ekosistem digital Indonesia melalui pengembangan talenta teknologi lokal dalam rangka menyambut HUT ke-80 RI. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul di bagian STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Hans Patuwo, Direktur/Chief Operating Officer GoTo dan President Gojek, menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan penemuan teknologi nan memudahkan hidup pelanggan, membuka kesempatan pendapatan bagi mitra driver, dan mendorong pertumbuhan berkepanjangan mitra usaha. “Dengan semangat #PastiAdaJalan, Gojek menjadikan teknologi sebagai jembatan nan mengubah tantangan menjadi peluang,” ujar Hans dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Upaya pengembangan talenta digital lokal ini semakin relevan mengingat pentingnya kedaulatan digital Indonesia di tengah persaingan global. Seperti nan diungkapkan dalam riset terbaru, penguatan SDM digital menjadi kunci utama dalam transformasi ekonomi nasional.

Inovasi Teknologi dari Talenta Lokal

Dari tangan para talenta teknologi lokal Gojek dan GoTo, telah lahir beragam jasa baru nan memperkuat ekosistem digital. Beberapa penemuan terbaru termasuk GoCar Prestige, Kurasi Menu Sehat GoFood, GoFood Flash, GoMart 15 Menit, GoRide Instant Everywhere, GoSend 1 Jam Sampai, dan GoGreen SM.

Berbagai promo menarik juga terus diluncurkan untuk mendorong permintaan pelanggan. Inovasi-inovasi ini tidak hanya meningkatkan pengalaman pengguna, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.

Dukungan Nyata untuk Mitra Driver dan Usaha

Bagi mitra driver, Gojek memperkuat program Swadaya melalui lima pilar utama: solusi finansial, agunan sosial, kebutuhan sehari-hari, telekomunikasi, dan perawatan kendaraan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas mitra driver.

Sementara bagi mitra usaha, Gojek meluncurkan GoFood Merchant App (GMA) nan merupakan pembaruan dari aplikasi GoBiz. Aplikasi baru ini memangkas proses pendaftaran GoFood menjadi hanya 5 menit, serta memperluas program edukasi Pojok Belajar dari 8 ke 24 kota.

Pengembangan SDM digital melalui program seperti ini sejalan dengan inisiatif penguatan talenta teknologi wanita nan digelar beragam institusi, menciptakan ekosistem digital nan lebih inklusif dan berkelanjutan.

Riset Prasasti Center for Policy Studies (2025) berjudul “Mengoptimalkan Peran Ekonomi Digital dalam Mewujudkan Pertumbuhan Berkelanjutan 8% di Indonesia” mengungkapkan bahwa ekosistem GoTo berkontribusi menciptakan nilai ekonomi sebesar Rp480,7 triliun pada 2024. Angka ini menunjukkan akibat signifikan dari pengembangan ekosistem digital terhadap perekonomian nasional.

Ekosistem GoTo juga sukses menyerap lebih dari 2,03 juta tenaga kerja, serta membantu menurunkan nomor kemiskinan hingga 0,45 poin persentase secara nasional. Kontribusi ini memperkuat posisi Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan digital di era transformasi nan sedang berlangsung.

Hans menutup pernyataannya dengan optimisme, “Kami percaya, di setiap Waktunya#Berjuang masyarakat Indonesia, #PastiAdaJalan untuk terus bergerak menuju Indonesia maju — melalui penemuan pemberdayaan talenta teknologi lokal, serta support nyata nan berakibat luas bagi jutaan mitra driver dan mitra usaha.”

Pengembangan talenta digital lokal menjadi semakin krusial dalam menghadapi era ekonomi digital nan terus berkembang. Komitmen Gojek dalam membangun ekosistem digital nan inklusif dan berkepanjangan diharapkan dapat terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa depan.

Selengkapnya