– Raksasa manajemen aset BlackRock tercatat mengubah arah eskposur mata uang digital secara signifikan sepanjang tahun 2025, dengan memilih Ethereum (ETH) sebagai aset utama nan diakumulasi.
Melansir dari finbold.com, berasas kajian dompet on-chain dari Arkham Intelligence, akumulasi ETH oleh BlackRock jauh melampaui Bitcoin (BTC), baik dari segi jumlah maupun proporsi nilai portofolio.

Data On-Chain Tunjukkan Akumulasi ETH 7x Lebih Cepat dari BTC
Pada 1 Januari 2025, entitas dompet BlackRock tercatat memegang:
- 552.550 BTC senilai US$ 51,16 miliar.
- 1,07 juta ETH senilai US$ 3,59 miliar.
Namun per 2 Desember 2025, nomor tersebut berubah drastis:
- 737.350 BTC senilai US$ 79,86 miliar (+184.800 BTC / +33,44 persen).
- 3,78 juta ETH senilai US$ 16,58 miliar (+2,71 juta ETH / +252,55 persen).
Secara persentase, akumulasi ETH 7,6 kali lebih sigap dibanding BTC, menunjukkan rotasi strategis besar-besaran menuju Ethereum.
Kenaikan Nilai: Lebih dari Sekedar Harga Naik
Harga ETH memang naik 30,84 persen sepanjang tahun, dan BTC naik 16,97 persen. Namun, lonjakan portofolio tidak hanya berasal dari kenaikan harga.
Baca Juga: Ethereum Foundation Umumkan Rencana Jual ETH! Bagaimana Nasib Harganya?
Arkham mencatat adanya kenaikan nilai BTC sebesar US$ 28,69 miliar, dan kenaikan Ethereum sebanyak US$ 12,99 miliar.
Kenaikan ini didominasi oleh pembelian langsung, bukan hanya pengaruh dari nilai pasar (mark-to-market). Artinya, sebagian besar pertumbuhan nilai Ethereum adalah hasil dari akumulasi aktif oleh BlackRock.
Pada awal tahun, ETH hanya mewakili 6,6 persen dari total portofolio mata uang digital BlackRock nan tercatat di Arkham (US$ 3,59 miliar dari US$ 54,83 miliar). Kini, ETH menyumbang 17,2 persen (US$ 16,58 miliar dari US$ 96,44 miliar). Lonjakan 10,6 poin persentase ini menunjukkan adanya penyesuaian strategi alokasi nan jelas ke arah Ethereum.
Mengapa Ini Penting untuk Pasar Kripto?
Ada dua perihal utama, yakni:
1. Skala Akumulasi: Penambahan 2,71 juta ETH sangat signifikan dibanding total pasokan beredar, dan menjadi sumber likuiditas pembeli besar, nan bisa menstabilkan alias apalagi mengangkat harga.
2. Sinyal Institusional: Perubahan ini menandakan berakhirnya kekuasaan eksklusif Bitcoin dalam portofolio lembaga besar. Ethereum semakin dilihat sebagai kelas aset institusional, terutama di tengah pertumbuhan produk investasi berbasis ETH dan potensi mengambil ETF Spot ETH dalam waktu dekat.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
4 bulan yang lalu