Demo Ojol Ke Brimob: Ribuan Driver Turun Aksi Tuntut Keadilan

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Telset.id – Ribuan driver ojek online (ojol) bersiap mendatangi Mako Brimob di Kwitang, Jakarta, Jumat siang (29/8/2025). Aksi ini merupakan respons atas tewasnya seorang rekan mereka nan dilindas mobil Brimob pada Kamis malam (28/8/2025). Bagaimana situasi terkini dan apa nan sebenarnya terjadi?

Unit Reaksi Cepat (URC) Bergerak 177, dalam keterangan resminya kepada CNBC Indonesia, mengonfirmasi bahwa ribuan pengemudi dari beragam daerah—baik dalam maupun luar Jakarta—akan turun ke jalan. Mereka tidak hanya menuntut keadilan, tetapi juga mengutuk keras tindakan nan dinilai sebagai pelanggaran norma dan penyalahgunaan kewenangan oleh oknum kepolisian.

“Mengutuk keras tindakan oknum polisi nan telah melindas driver ojek online (Ojol) menggunakan kendaraan taktis saat tindakan unjuk rasa nan berjalan hari ini. Tindakan tersebut merupakan corak pelanggaran norma dan penyalahgunaan kewenangan nan tidak bisa ditolerir,” tegas URC dalam pernyataannya. Pernyataan ini bukan sekadar kecaman, melainkan corak solidaritas nan kuat dari sesama driver nan merasa terancam dan terabaikan.

URC tidak berakhir pada sekadar mengutuk. Mereka menuntut penangkapan dan pengadilan terhadap pelaku, serta pembebastugasan dari lembaga kepolisian. “Menangkap dan mengadili oknum polisi pelaku kejadian tersebut. Membebastugaskan oknum tersebut dari lembaga kepolisian lantaran telah mencoreng nama baik Polri dan melukai rasa keadilan masyarakat,” tambah mereka. Tuntutan ini menunjukkan sungguh dalamnya luka nan dirasakan organisasi ojol, nan selama ini seringkali dipandang sebelah mata.

Komitmen URC untuk mengawal kasus ini hingga tuntas patut diapresiasi. Mereka berjanji menjaga keadilan dan keselamatan tidak hanya untuk driver, tetapi juga masyarakat luas. Namun, di kembali tekad tersebut, ada kekhawatiran bakal eskalasi nan mungkin terjadi. URC sendiri mengimbau para driver untuk menjaga diri selama tindakan berlangsung, mengingat potensi kombinasi tangan beragam pihak nan perlu diwaspadai.

Lantas, gimana dengan respons dari perusahaan penyedia jasa ojol? Seperti dilaporkan dalam artikel sebelumnya, GoTo dan Grab Indonesia telah menyampaikan tanggapan mereka. Sayangnya, hingga saat ini, belum ada langkah konkret nan betul-betul memuaskan para driver. Mereka tetap menunggu kepastian dan perlindungan nan lebih nyata.

Demo ojol kali ini bukan hanya tentang satu kejadian tragis, tetapi juga tentang akumulasi kekecewaan terhadap sistem nan dianggap tidak adil. Seperti nan pernah terjadi dalam kasus tagihan Uber nan membengkak, ketidakpastian dan kerentanan menjadi momok bagi para pekerja gig economy. Mereka berjuntai pada aplikasi, tetapi seringkali merasa tidak mempunyai bunyi nan didengar.

Dengan rencana tindakan masif ini, apakah pemerintah dan pihak berkuasa bakal merespons dengan serius? Ataukah ini hanya bakal menjadi another day dalam catatan panjang persoalan ojol? nan pasti, ribuan driver ojol hari ini tidak hanya membawa spanduk dan poster, tetapi juga angan bakal perubahan nan lebih baik.

Kita semua berambisi tindakan ini melangkah tenteram dan tidak memicu ketegangan lebih lanjut. Namun, jika tuntutan mereka terus diabaikan, bukan tidak mungkin gelombang demonstrasi bakal semakin besar. Seperti nan diungkapkan dalam analisis sebelumnya, ada setidaknya lima tuntutan utama nan bisa mengganggu jasa ojol—dan pada akhirnya, berakibat pada kita sebagai pengguna.

Jadi, apa pendapat Anda? Apakah tindakan ojol kali ini bakal membawa perubahan, alias hanya sekadar euforia sesaat? Bagaimanapun, nan jelas: keadilan kudu ditegakkan, dan nyawa manusia tidak boleh dianggap remeh.

Selengkapnya