Telset.id – Unicode Consortium kembali menyiapkan penyegaran bagi langkah kita berkomunikasi di bumi maya. Lembaga nirlaba nan bekerja menstandarisasi karakter teks tersebut telah mengungkap draf usulan untuk emoji baru 2026. Setidaknya ada sembilan karakter anyar nan diproyeksikan bakal meramaikan papan ketik perangkat pengguna, mulai dari barang antariksa hingga ekspresi wajah nan lebih spesifik.
Berdasarkan laporan dari Emojipedia, pembaruan ini datang dari Unicode Emoji Standard & Research Working Group. Kesembilan kandidat emoji ini direncanakan masuk dalam paket pembaruan Emoji 18.0. Jika sesuai jadwal, peluncuran resminya bakal dilakukan pada September 2026 mendatang.
Kehadiran karakter visual baru ini tentu dinantikan, mengingat emoji telah menjadi bahasa universal dalam percakapan digital. Pembaruan ini tidak hanya sekadar menambah koleksi gambar, tetapi juga memperkaya konteks ekspresi pengguna di beragam platform, mulai dari WA hingga media sosial.
Daftar Kandidat Emoji Baru
Dalam draf nan dipublikasikan, Emojipedia turut membagikan sampel kreasi untuk kesembilan emoji tersebut menggunakan style Google Noto Color Emoji. Namun, perlu diingat bahwa kreasi ini tetap berupa konsep awal dan bisa saja mengalami perubahan visual saat dirilis nanti.
Berikut adalah daftar sembilan emoji nan diusulkan untuk debut pada tahun 2026:
- Wajah smiley dengan mata menyipit
- Jempol dengan gestur mengarah ke kanan
- Jempol dengan gestur mengarah ke kiri
- Kupu-kupu raja (Monarch butterfly)
- Acar timun
- Mercusuar
- Meteor
- Penghapus
- Jaring dengan pegangan
Selain kesembilan karakter utama di atas, pembaruan Emoji 18.0 juga membawa inklusivitas lebih luas. Unicode menyertakan 10 jenis warna kulit tambahan untuk dua emoji nan diusulkan kali ini. Dengan penambahan tersebut, total karakter emoji nan tersedia di standar Unicode bakal semakin mendekati nomor 4.000 karakter. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan saat 31 Karakter Emoji diperkenalkan pada pembaruan sebelumnya.
Proses Seleksi dan Jadwal Rilis
Meskipun draf ini sudah diungkap ke publik, jalan menuju papan ketik smartphone Anda tetap cukup panjang. Dalam sembilan bulan ke depan, Unicode bakal melakukan serangkaian peninjauan tambahan terhadap kandidat-kandidat ini. Sifatnya nan tetap berupa usulan berfaedah ada kemungkinan beberapa emoji tidak lolos ke tahap persetujuan akhir, alias justru mengalami revisi desain.
Setelah Unicode memberikan “lampu hijau” dan meresmikan standar baru, bola kemudian beranjak ke tangan para vendor teknologi raksasa. Perusahaan seperti Apple, Google, Samsung, dan Meta mempunyai tugas untuk merancang ulang emoji tersebut agar sesuai dengan bahasa kreasi sistem operasi alias platform mereka masing-masing. Inilah kenapa Emoji Baru sering kali mempunyai tampilan nan sedikit berbeda antar perangkat.
Proses penyesuaian oleh vendor ini kerap menyantap waktu berbulan-bulan, apalagi hingga satu tahun setelah persetujuan Unicode. Sebagai gambaran nyata, paket Emoji 17.0 nan telah disetujui pada September 2025 lalu, hingga sekarang belum juga mendarat di papan ketik iPhone maupun Android. Padahal, paket tersebut membawa karakter menarik seperti paus pembunuh (orca), Big Foot, trombon, hingga peti kekayaan karun.
Keterlambatan penerapan ini adalah perihal nan lumrah dalam siklus pengembangan perangkat lunak. Pengguna kudu sedikit bersabar menunggu jarak waktu antara peresmian oleh Unicode dan kesiapan aktual di perangkat. Namun, bagi para pecinta komunikasi visual, kehadiran Emoji Baru seperti meteor dan wajah menyipit ini tentu layak untuk ditunggu demi percakapan nan lebih ekspresif di tahun 2026.