China Kembangkan Drone Hipersonik Dengan Konsep ‘sayap Gunting’

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Telset.id – China sedang mengembangkan proyek pesawat dengan konsep ‘sayap gunting’ nan bisa menghidupkan kembali buahpikiran drone hipersonik. Desain ini memungkinkan pesawat beraksi di kecepatan rendah dan tinggi dengan efisiensi maksimal.

Konsep oblique wing alias sayap miring sebenarnya bukan perihal baru. Ide ini sudah diuji sejak 1940-an, tetapi belum pernah sukses diwujudkan secara praktis. China sekarang mencoba menghidupkannya dengan teknologi modern seperti superkomputer dan kepintaran buatan (AI).

Desain sayap gunting memungkinkan pesawat mengubah konfigurasi sayapnya. Pada kecepatan rendah, sayap tetap tegak lurus untuk memudahkan lepas landas dan mendarat. Saat mencapai kecepatan tinggi, sayap berputar hingga sejajar dengan badan pesawat, mengubahnya menjadi “anak panah” hipersonik.

Mengatasi Masalah Stabilitas

Masalah utama konsep ini adalah stabilitas. NASA pernah menguji pesawat AD-1 pada 1970-an, tetapi hasilnya kurang memuaskan lantaran susah dikendalikan. Tim China berupaya mengatasinya dengan teknologi canggih seperti material pintar, sensor, dan sistem kontrol aktif.

Pesawat ini juga dilengkapi dengan canard, tailplane, dan permukaan aktif untuk menjaga keseimbangan saat sayap bergerak. Jika berhasil, drone ini bisa mencapai kecepatan Mach 5 (6.000 km/jam) dan terbang di ketinggian 30 km.

Potensi Militer nan Besar

Jika berhasil, drone ini bisa menjadi “induk” nan membawa 16-18 drone otonom untuk serangan swarm. Pesawat ini dapat menjatuhkan drone di belakang garis pertahanan musuh sebelum sistem penemuan bereaksi, lampau kembali ke pangkalan secara otomatis.

Namun, tantangan teknis tetap besar. Poros putar sayap kudu menahan beban ekstrem, termasuk suhu di atas 1.000°C di permukaan luar. Perbedaan suhu ini bisa menyebabkan kegagalan struktural jika tidak ditangani dengan benar.

Seorang mahir penerbangan nan tidak disebutkan namanya mengatakan kepada South China Morning Post, “Mereka memerlukan sistem cadangan, pemantauan regangan real-time, dan sistem penguncian darurat.”

Jika China sukses mengatasi tantangan ini, konsep sayap gunting bisa menjadi terobosan baru dalam teknologi hipersonik, menciptakan platform senjata nan susah dihentikan. Seperti perkembangan teknologi militer lainnya, penemuan ini bakal memicu persaingan dunia di bagian pertahanan.

Selengkapnya