Bitcoin Lagi Diam Bukan Karena Lemah, Tapi Ini Alasannya

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

– Harga Bitcoin (BTC) tetap tertahan di bawah level US$ 113.000 dalam beberapa minggu terakhir, membikin banyak trader memilih untuk menurunkan resiko. Tapi, langkah hati-hati ini justru bisa jadi bahan bakar untuk breakout besar berikutnya.

Melansir dari cointelegraph.com, dengan posisi spekulatif dan penggunaan leverage nan mulai mereda, pasar saat ini terlihat siap untuk bergerak naik tajam dengan potensi menguji kembali level US$ 120.000.

Data terbaru menunjukkan bahwa momentum nilai Bitcoin membaik, dari penurunan −8 persen menjadi −5 persen dalam sepekan terakhir. Artinya, tekanan bearish mulai mereda, meski penjual tetap sedikit lebih dominan.

Menurut salah satu peneliti mata uang digital berjulukan Axel Adler Jr, info pasar berjangka memperlihatkan bahwa trader saat ini lebih memilih menunggu dan melihat, alih-alih membuka posisi besar ke arah tertentu. Indeks Pasar Terpadu (Integrated Market Index), nan sebelumnya tertekan sekarang mulai stabil di kisaran netral, antara 45-50.

Sementara itu, open interest alias total posisi terbuka di pasar berjangka juga mendatar. Ini bisa menjadi tanda bahwa pasar sedang dalam fase ‘cooling down’, di mana baik pembeli maupun penjual belum mengambil kendali penuh.

Dalam siklus sebelumnya, fase ‘tenang’ seperti ini sering kali jadi titik awal tren naik nan kuat. Saat ini, dengan sepertiga dari siklus halving telah berlalu, Bitcoin tampak membentuk fondasi harga, mirip dengan nan terjadi di kuartal kedua saat nilai harga stabil di sekitar US$ 80.000 sebelum akhirnya naik tajam.

Baca Juga: DOGE Siap Tembus US$ 0.43? Ini Kata Analis

Bedanya kali ini, jumlah posisi long alias nan terlalu padat jauh lebih sedikit, sehingga resiko likuidasi massal pun menurun. Artinya, jika permintaan baru masuk, kenaikan nilai bisa berjalan lebih sigap dan lebih stabil.

Sinyal Breakout, Pola Bullish Terbentuk

Secara teknikal, diagram empat jam Bitcoin menunjukkan pola inverse head-and-shoulder nan mulai terbentuk. Garis leher (neckline) pola ini berada di sekitar US$ 113.650, nan juga merupakan area resisten utama.

Jika nilai menembus dan memperkuat di atas level ini, Bitcoin bisa segera menguji kantong likuiditas berikutnya dan berpotensi naik hingga 5,5 persen menuju area US$ 120.000.

Lebih dari itu, penutupan harian di atas US$ 113.650 bakal menjadi break struktur bullish pertama di kuartal ketiga, sinyal kuat bahwa tren pasar bisa segera berbalik naik.

Indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini telah stabil di atas nomor 50, sebuah pemisah krusial nan biasanya menandakan pergeseran dari kondisi netral ke bullish.

Jika RSI terus memperkuat di atas 50, ini bisa menjadi bukti bahwa pembeli mulai mengambil alih pasar.

Selain itu, Bitcoin sekarang bergerak mendekati persimpangan teknikal penting, di mana EMA 50, 100 dan 200 hari saling mendekat. Jika nilai sukses ditutup di atas ketiga rata-rata ini, maka EMA tersebut dapat berubah menjadi area support kuat, nan makin menguatkan struktur reversal (pembalikan arah).

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya